Jumat 03 Nov 2023 05:12 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Menegakkan Hukum Sebagai Refleksi Amanah Keadilan Tuhan

Menurut Islam menegakkan keadilan adalah salah satu tugas manusia.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Warga berdoa bersama usai sholat.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga berdoa bersama usai sholat.

REPUBLIKA.CO.ID, 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين.

Baca Juga

أَيُّهَا الْإِخْوَانُ رَحِمَكُمُ اللَّهُ. أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. كَمَا قَالَ تَعَالَى فِي قُرْآنِهِ الْكَرِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِنَانُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا ، اعْدِلُوا ، هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى . وَقَالَ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَّنَتَ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي أَمَّا بَعْدُ.

 

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Mari kita bersyukur kehadirat Allah SWT karena kita dirahmati dengan kesehatan dan kesadaran imani untuk melaksanakan sholat Jumat pada siang ini. Seperti yang saya sampaikan dari kutipan ayat tadi, kita hidup ini harus selalu menjaga diri dan selalu menjalani hidup ini dengan takwa agar pada saat meninggalkan dunia ini kelak kita mati dalam keadaan Muslim, berserah diri kepada Allah SWT.

Ibarat perang, bertakwa itu mengandung dimensi defensif (bertahan) dan ofensif (menyerang). Defensif artinya kita bertahan atau menahan diri agar tidak terjerumus terhadap godaan-godaan setan untuk berbuat tidak baik karena nafsu amarah.

Sedangkan ofensif artinya kita berbuat aktif atau giat untuk melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan perintah Allah yakni menebar maslahat di bumi. Dalam pengertian yang seperti ini sering didefinisikan bahwa takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya. Berdasar sebuah percakapan antara dua sahabat nabi, Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka'ab, sebenarnya takwa adalah hidup berhati-hati agar kita tidak terjerumus ke jurang kenistaan atau kesesatan.

Salah satu bentuk sikap dan perilaku takwa adalah menegakkan keadilan hukum. Oleh sebab itu melalui khutbah ini saya serukan juga agar kita selalu berlaku adil dan menegakan keadilan hukum.

Seruan agar kita berbuat adil ini penting karena berbuat adil itu harus sengaja diniatkan dan dilaksanakan oleh manusia dengan sikap dan tindakan, bukan dibiarkan mengalir sendiri. Hal ini penting diingat karena sampai sekarang masih ada yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa berbuat adil karena keadilan itu hanya bisa dilakukan oleh Allah sebagai wujud kekuasaan mutlak Tuhan dalam menentukan perjalanan hidup manusia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement