Jumat 20 Oct 2023 10:37 WIB

Khutbah Jumat: Kami Bersama Palestina

Dianjurkan mengangkat tema tentang Palestina saat khutbah Jumat.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Dianjurkan mengangkat tema tentang Palestina saat khutbah Jumat. Foto:   Warga Palestina memeriksa lokasi ledakan di rumah sakit al-Ahli, di Kota Gaza, Rabu, (18/10/2023).
Foto: AP Photo/Abed Khaled
Dianjurkan mengangkat tema tentang Palestina saat khutbah Jumat. Foto: Warga Palestina memeriksa lokasi ledakan di rumah sakit al-Ahli, di Kota Gaza, Rabu, (18/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,

Khutbah Jumat: Kami Bersama Muslim Palestina 

Baca Juga

Khutbah pertama 

 

 

 إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

 فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia.

Marilah senantiasa kita bersyukur kepada Allah ﷻ Rabb semesta alam. Atas segala limpahan rahmat dan karunia yang dengannya kita bisa berkumpul di hari yang penuh berkah ini, dalam majelis khutbah Jumat yang penuh hikmah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ yang telah membawa rahmat bagi seluruh alam. 

Tak lupa khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi, dan kepada jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan takwa dan iman kepada Allah ﷻ. Sebab iman dan takwa adalah sebaik-baik bekal manusia untuk menghadap Rabb Yang Maha Kuasa.

Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia.

Hingga hari ini, kabar duka masih menyelimuti kaum muslimin Palestina yang tentu juga menjadi luka bagi kita. Di Jalur Gaza tercatat sudah lebih dari 2.670 korban jiwa meninggal dunia dan 9.600 orang mengalami luka-luka. Angka itu, tentu semakin bertambah seiring dengan bertambahnya hari.

Kekejaman dan kekejian tentara Yahudi yang membantai ribuan anak-anak kaum muslimin terlihat begitu jelas dan nyata bagi mereka yang masih memiliki nurani. Terkini, beberapa hari lalu, tentara Zionis Yahudi dengan sangat brutal membombardir Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza. Mereka menjatuhkan rudal kepada kaum muslimin yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit.

Tidak hanya itu, mereka bahkan menuduh tentara Jihad Islam yang tengah berjuang membantu rakyat Palestina sebagai pelaku pengeboman yang mereka lakukan. Lempar batu, sembunyi tangan. Begitu kira-kira peribahasa yang berlaku bagi Yahudi Zionis. 

Sungguh, manusia macam apa yang tega membunuh rakyat tak bersalah kemudian menuduh pihak lain dan mengatakan bahwa itu bukan perbuatannya? Rumah Sakit dibombardir, gedung-gedung tempat tinggal warga diluluh lantahkan, pasokan air, listrik, gas, makanan, dan obat-obatan disabotase oleh makhluk-makhluk keji tersebut.

Ini adalah sebuah genosida, pembunuhan besar-besaran secara berencana yang dilakukan oleh Yahudi Zionis terhadap bangsa Palestina. Israel adalah penjajah negeri kaum Muslimin dan hari ini saudara-saudara muslim kita sedang berjuang melawan penjajahan. 

Ma’asyiral muslimin sidang shalat Jum’at rahimakumullah.

Kaum Beriman Adalah Saudara

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah ﷻ tentu kejadian yang menimpa masyarakat Palestina tidak bisa untuk tidak kita perhatikan. Sudah sewajarnya bagi kaum muslimin peduli dan bersimpati kepada mereka. Sebab, seseorang beriman kepada Allah ﷻ sejatinya telah menjadi saudara dalam iman dan sudah barang tentu kepedulian terhadap sesama saudara itu harus ditampakkan.

Allah ﷻ berfirman di dalam surat Al-Hujurat ayat 10

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, seorang pakar tafsir abad 14 H menulis dalam kitab tafsirnya bahwa ayat tersebut adalah perjanjian yang ditunaikan Allah di antara orang-orang beriman. Siapapun dia, baik tinggal di belahan timur bumi maupun barat, apabila beriman kepada Allah ﷻ, Malaikat, Kitab-kitab, Nabi dan Rasul-Nya, serta beriman kepada Hari Akhir, maka dia adalah saudara bagi orang beriman yang lainnya. 

Oleh sebab itu, setiap mukmin diharuskan untuk mencintai dan menyayangi mukmin yang lain sebagaimana dia mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda,

 لَا يُؤْمِنُ أحَدُكُمْ، حتَّى يُحِبَّ لأخِيهِ ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Pada hadits tersebut, Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwa keimanan seseorang tidak sempurna jika dia belum mencintai saudaranya. Kesempurnaan iman akan bisa tercapai apabila kita mampu untuk memposisikan saudara seiman seperti diri kita sendiri.

Jika kita menginginkan kebaikan, maka usahakan kebaikan itu juga dirasakan saudara kita. Apabila kita tidak menyukai sebuah keburukan menimpa diri, maka usahakan hal tersebut juga tidak menimpa saudara kita. Seperti itulah makna persaudaraan dalam iman. 

Maka, penderitaan kaum muslimin di Negeri Palestina sejatinya adalah penderitaan kaum muslimin di seluruh dunia. Meski terpisah jarak, akan tetapi keimanan kepada Allah ﷻ menjadikan kita semua satu kesatuan. Luka mereka adalah luka kita, darah mereka adalah darah kita.

Sehingga jika rasa kepedulian itu tidak muncul dalam hati, maka sudah sepantasnya kita bertanya pada diri sendiri, sudah benarkah keimanan kita kepada Allah ﷻ? 

Jama’ah sidang Jum’at yang dirahmati Allah ﷻ.

Masjid Al-Aqsha Adalah Masjid Suci Umat Islam

Wilayah yang hari ini ingin direbut oleh penjajah Yahudi Zionis dari bangsa Palestina adalah wilayah yang di dalamnya terdapat tanah suci umat Islam, yaitu Baitul Maqdis. Allah ﷻ sesungguhnya mencintai dan memilih dari makhluk-Nya apa saja yang Dia kehendaki, mulai dari Rasul, Nabi, negeri-negeri, dan tempat-tempat suci di dunia ini.

Dan dari tempat-tempat yang ada di dunia ini ada salah satu tempat yang telah Allah sucikan, agungkan, dan muliakan.

Tempat itu adalah Masjidil Aqsa yang disucikan dan diberkahi oleh-Nya. Masjidil Aqsa adalah warisan para Nabi kepada umat Rasulullah ﷺ yang mendiami hati setiap Muslim. Allah ﷻ telah berfirman di dalam Al-Qur’an dengan kalimat yang menunjukkan keberkahan tanah tersebut dan segala yang ada di sekitarnya sehingga berkahnya meluas dalam urusan agama dan dunia.

Di tanah suci itu Rasulullah ﷺ diangkat oleh Allah ﷻ untuk menerima secara langsung perintah shalat. Setelah menerima perintah shalat, Rasulullah ﷺ dan para Sahabat kemudian menegakkannya dengan berkiblat pada Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin selama kurang lebih 17 bulan.

Barulah ketika ayat yang memerintahkan untuk berkiblat kepada Masjid Al-Haram turun, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 144, Rasulullah ﷺ dan para Sahabat berpindah arah kiblat dari Baitul Maqdis. Itu lah tempat suci umat Islam yang telah disebutkan oleh Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 1. 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Juga sabda Nabi Muhammad ﷺ

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِي هَذَا، وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Jangan bepergian jauh kecuali ke tiga masjid, yaitu masjidku ini (Masjid An-Nabawi), Masjid Al-Haram, dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Al-Bukhari: 1189)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement