Jumat 30 Jun 2023 00:53 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Mereka yang Ingkar

Kita harus berkaca pada kebinasaan umat di masa lampau.

Naskah Khutbah Jumat: Mereka yang Ingkar
Foto: Alarabiya
Naskah Khutbah Jumat: Mereka yang Ingkar

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Safwannur, Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta. Kini mengajar di Ma’had Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut, Jawa Barat.

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرْهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِي اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إَلَهَ إِلاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Baca Juga

قَالَ تَعَالَى فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ ۢ بَطِرَتْ مَعِيْشَتَهَا ۚفَتِلْكَ مَسٰكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِّنْۢ بَعْدِهِمْ اِلَّا قَلِيْلًاۗ وَكُنَّا نَحْنُ الْوٰرِثِيْنَ (القصص: 58) .أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Al-Quran dalam banyak tempat menyinggung tentang peradaban umat-umat yang hidup di masa silam. Tujuannya agar manusia mengambil ibrah dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Keingkaran umat terdahulu terhadap para Rasul menyebabkan negeri mereka diporak-porandakan dengan berbagai jenis azab.

Informasi tentang mereka yang ingkar diceritakan secara detail dalam al-Qur’an. Penyebutan itu meliputi nama kaum beserta nabi yang diutus kepada mereka, serta karakteristik dan jenis kemaksiatan sebagai biang kehancuran. Bekas negeri mereka yang luluh lantak tak lagi didiami oleh manusia setelahnya. Allah berfirman:

وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ ۢ بَطِرَتْ مَعِيْشَتَهَا ۚفَتِلْكَ مَسٰكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِّنْۢ بَعْدِهِمْ اِلَّا قَلِيْلًاۗ وَكُنَّا نَحْنُ الْوٰرِثِيْنَ

“Betapa banyak (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan karena kesenangan hidup membuatnya lalai. Maka, itulah tempat tinggal mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Kamilah yang mewarisinya.” (Q.S. al-Qashash: 58)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Pada kesempatan singkat ini tidak mungkin untuk menyampaikan seluruh kisah kehidupan umat terdahulu yang sudah binasa. Khatib hanya memilih beberapa saja untuk menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Kaum nabi Luth yang dikenal dengan kaum Sodom terbiasa melakukan perbuatan keji (fahisyah) yaitu perkawinan dengan sesama jenis yang belum pernah dilakukan oleh satu orang pun sebelum mereka. Seruan nabi Luth agar mereka meninggalkan perbuatan terlaknat itu tak membuahkan hasil yang menggembirakan.

Bahkan istri nabi Luth sendiri berkhianat terhadap beliau dengan mendukung perbuatan nista itu yang menyebabkan dirinya ikut terkena azab. Allah berfirman:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ.

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar.” (Q.S. Hud: 82)

Kaum Madyan merupakan umat nabi Syu’aib yang terkenal dengan ashabul aikah (penyembah pohon). Mereka memiliki harta melimpah dari hasil bisnis yang ditekuni.

Namun, praktik kecurangan menjadi bagian dari taktik mereka untuk mendapatkan keuntungan berlipat dengan cara mengurangi takaran atau timbangan. Nabi Syu’aib berkali-kali memperingati mereka agar menyembah Allah dan menghentikan ketidakjujuran dalam perniagaan. Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengindahkannya, malah mengancam dan menantang nabi Syu’aib agar mendatangkan azab ke atas mereka. Tantangan itu dijawab oleh Allah dengan menghancurkan negeri mereka, sebagaimana firman-Nya:

فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ

“Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.” (Q.S. al-A’raf: 91)

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2023/06/22/mereka-yang-ingkar/
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement