Senin 20 Nov 2023 05:40 WIB

Rahasia di Balik Ayat yang Melarang Muslim Jadikan Yahudi Sekutu Lengket

Islam melarang Muslim jadikan Yahudi Nasrani sekutu

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Yahudi (ilustrasi). Islam melarang Muslim jadikan Yahudi Nasrani sekutu
Yahudi (ilustrasi). Islam melarang Muslim jadikan Yahudi Nasrani sekutu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran memberikan panduan bagaimana berinteraksi dengan orang-orang non-Muslim termasuk Yahudi.

Dalam Alquran, Allah SWT secara tegas melarang umat Islam untuk menjadikan non-Muslim sebagai teman setia.  Dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 51, Allah SWT berfirman:

Baca Juga

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُممْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim." 

 

Ayat ini juga sempat menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Pasalnya, pada 2017 lalu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap merendahkan ayat Alquran tersebut. 

Pernyataan Ahok tersebut disampaikan dalam kunjungan pada 27 September 2016 terkait dengan budidaya ikan kerapu. Berikut pernyataan lengkap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut: 

"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa." 

Ayat yang menjadi objek dalam kasus penistaan agama tersebut juga memicu demonstrasi damai besar-besaran di Jakarta. Lautan manusia ketika itu turun ke jalan menuntut keadilan dan menuntut agar Ahok diadili.   

Dalam Kitab "Jami’ al-Bayan an Ta’wil Ayyil Qur’an", at-Thabari telah mendiskusikan beberapa riwayat yang berkaitan dengan konteks penurunan ayat ini. 

Setelah mengutip kisah perdebatan Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubay, kisah Abu Lubabah, dan kisah dua orang Muslim yang pindah agama lantaran takut ditimpa kesusahan, at-Thabari mengatakan: 

“Pendapat yang benar menurut kami ialah bahwa Allah SWT melarang seluruh orang beriman menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai penolong, sekutu, dan teman koalisi (setia) yang dapat merugikan orang mukmin lainnya.

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Allah SWT mengabarkan bagi siapa pun yang menjadikan mereka sebagai penolong, sekutu, dan teman setia, maka dia menjadi bagian dan berpihak pada mereka dalam hal melawan Allah SWT, Rasulullah SAW, dan orang mukmin. Dengan demikian, Allah dan Rasulullah tidak bertanggung jawab atas mereka." 

Menurut at-Thabari, tidak diragukan lagi...

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement