REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ada satu pemandangan yang begitu dibenci setan: ketika seorang anak Adam tunduk bersujud kepada Allah SWT.
Bahkan, Rasulullah SAW menggambarkan setan akan menyingkir sambil menangis setiap kali manusia membaca ayat sajdah lalu bersujud.
Tangis itu bukan karena iba, melainkan karena menyaksikan manusia memperoleh sesuatu yang dahulu ditolaknya: ketaatan kepada perintah Allah.
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya sujud di hadapan Allah. Satu gerakan yang mungkin terlihat sederhana bagi manusia ternyata menjadi pukulan besar bagi setan.
Sebab, sujud bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan simbol ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Ketika manusia bersujud dengan penuh keimanan, ia sedang menegaskan bahwa dirinya memilih taat kepada Allah, sementara setan memilih membangkang.
Dari sinilah kita memahami mengapa setan begitu bersedih ketika melihat seorang Muslim membaca ayat-ayat sajdah dan segera merendahkan dirinya di hadapan Allah.
Ibnu al-Malik dalam Syarh al-Mashabih (2/17) menjelaskan sabda Nabi SAW “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah...”