REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan Alquran, karena pada bulan inilah kitab suci tersebut pertama kali diturunkan. Tradisi memperbanyak membaca dan mengkhatamkan Alquran pun menjadi amalan yang lazim dilakukan umat Islam. Namun di balik semangat mengejar khatam, ada hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kualitas bacaan agar sesuai dengan tuntunan yang benar.
KH Ahmad Sarwat Lc dalam buku Ramadhan Antara Syariat dan Tradisi menerangkan bahwa bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan Alquran. Di bulan Ramadhan, Alquran pertama kali diturunkan ke dunia ini. Pada bulan Ramadhan juga sebelumnya Alquran diturunkan sekaligus dari Lauh Al-Mahfudz ke langit dunia.
Pada setiap bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih banyak membaca Alquran. Bahkan secara khusus Malaikat Jibril Alaihissalam turun untuk melakukan evaluasi atas hafalan dan bacaan Nabi Muhammad SAW.
Maka jadi sebuah sunnah di dalam bulan Ramadhan kita memperbanyak membaca Alquran. Tradisi di tengah masyarakat kita, yaitu tadarusan, sudah cukup baik. Banyak orang terlihat membaca Alquran, baik dilakukan setelah selesai shalat Tarawih atau pada waktu kapan pun.
Sehingga sudah menjadi tradisi bahwa di bulan Ramadhan ada kebiasaan untuk membaca Alquran sampai khatam, bahkan hingga beberapa kali.