REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah Ta'ala menyebutkan dalam Alquran sebuah teladan yang terus hidup dan menjadi bukti atas kedudukan Nabi Ibrahim AS sebagai imam.
Teladan itu adalah Baitullah, Ka'bah yang mulia, yang menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam untuk dikunjungi dan ditunaikan ibadah haji kepadanya, sekaligus menjadi sebab terhapusnya dosa dan kesalahan.
Di dalamnya terdapat berbagai peninggalan Nabi Ibrahim dan keturunannya yang menjadi bukti kepemimpinannya serta mengingatkan manusia akan kehidupan dan perjuangannya.
Allah Ta'ala juga menjelaskan bahwa Dia menjadikan Baitullah sebagai tempat kembali bagi manusia. Setiap kali mereka meninggalkannya, hati mereka kembali merindukannya dan ingin kembali kepadanya. Hal ini merupakan perwujudan dari doa Nabi Ibrahim SAW:
رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ ٣٧
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)
Dan Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِـۧمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَـٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ١٢٥
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!" (QS Al-Baqarah 125)