REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara sifat hamba-hamba Allah Yang Mahapengasih adalah senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa.
Di antara doa yang secara khusus mereka panjatkan adalah memohon agar istri dan anak-anak mereka menjadi orang-orang yang saleh.
Allah Ta'ala berfirman tentang mereka:
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Furqan: 74)
Mereka memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi pasangan hidup yang menjadi penyejuk hati.
Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan makna qurratu a'yun (penyejuk mata) adalah hati yang merasa tenang dan puas, sehingga tidak lagi memandang kepada orang lain yang dianggap lebih baik.
Pada dasarnya, ketika seseorang melihat dengan matanya, ia cenderung selalu mencari sesuatu yang lebih baik.
Namun, ketika ia dikaruniai seorang istri yang salehah, ia tidak akan memandang kepada perempuan lain dan tidak pula menginginkan selainnya. Sebab, ia telah memperoleh kebaikan yang sangat besar.