REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Berbagai bagian dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tersebar dalam sejumlah besar surah, baik surah Makkiyah maupun Madaniyah.
Penyebaran tersebut tentu bukan tanpa alasan. Ia dilakukan berdasarkan hikmah dan tujuan tertentu. Apa saja?
Sekjen Persatuan Umat Islam se-Dunia, Syekh Muhammad Ash-Shalabi, menjelaskan tiga hikmah dalam laman resminya dikutip Senin (26/9/2026) sebagai berikut:
1. Setiap bagian dari kisah Ibrahim mengandung pelajaran tersendiri
Setiap bagian dari kisah Nabi Ibrahim dapat menjadi sebuah kisah yang berdiri sendiri dan memberikan pelajaran yang sesuai dengan konteksnya. Karena itu, berbagai bagian kisah Ibrahim disampaikan secara tersebar di dalam Alquran.
Hal ini berbeda dengan kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang disampaikan secara utuh dalam satu surah.
Berbagai peristiwa dalam kisah Yusuf saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain tanpa menghilangkan kesatuan tema dan keutuhan surah.
2. Setiap bagian kisah Ibrahim sesuai dengan konteks waktu dan tempat turunnya ayat
Setiap bagian dari kisah Nabi Ibrahim disampaikan sesuai dengan konteks dan keadaan yang melatarbelakangi turunnya ayat.