Senin 12 Feb 2024 21:17 WIB

4 Perkara yang Bisa Menghambat Rezeki Keluarga Menurut Alquran

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah SWT

Rep: Umar Mukhtar, Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi suami istri. Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah SWT
Foto: ANTARA/Kahfie kamaru
Ilustrasi suami istri. Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT akan memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa tak lelah berdoa dan ikhtiar, termasuk dalam rumah tangga.

Dalam hidup berumah tangga, perlu dihindari hal-hal yang bisa menyebabkan rezeki seret.  Alquran berbicara tentang tiga perkara yang bisa membuat rezeki tersendat. Apa saja perkara tersebut? Berikut tiga ayat Alquran yang berbicara seputar penghambat rezeki.

Baca Juga

1. Tidak bersyukur

Kufur nikmat atau tidak bersyukur dan mencerca nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada dirinya. Allah SWT berfirman: 

 

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

"Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)." (QS adh-Dhuha ayat 11)

2. Bakhil

Rezeki rumah tangga juga bisa terhambat karena faktor bakhil atau pelit. Tidak suka mengeluarkan hartanya di jalan Allah SWT. Allah SWT berfirman: 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS Ali Imran ayat 180)

3. Tidak bayar zakat

Tidak membayar zakat dan tidak bersedekah juga menjadi faktor penghalang rezeki rumah tangga, dan berkurangnya serta hilangnya keberkahan hidup. Allah SWT berfirman: 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS Saba ayat 39)

4. Hilangnya tawakal kepada Allah SWT

Tawakal kepada Allah SWT bukan berarti malas berusaha. Seorang Muslim tidak bisa mendapatkan rezeki dengan sikap malas dan enggan berusaha. Siapa yang berusaha maka ia akan mendapatkannya. Siapa yang menabur maka ia akan menuainya. Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS al-Mulk ayat 15)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement