Rabu 23 Aug 2023 22:13 WIB

Ayat Alquran yang Membuat Nabi Muhammad SAW Menangis Sepanjang Malam

Rasulullah SAW sosok yang sangat menyayangi umatnya

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Nabi Muhammad SAW (ilustrasi). Rasulullah SAW sosok yang sangat menyayangi umatnya
Foto: Dok Republika
Nabi Muhammad SAW (ilustrasi). Rasulullah SAW sosok yang sangat menyayangi umatnya

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Dikisahkan suatu ketika, baginda Rasulullah SAW menangis sepanjang malam. Tangisan Rasulullah SAW tersebut karena beliau sangat menyayangi umatnya. 

Kala itu Nabi Muhammad SAW sholat hingga waktu Shubuh sambil terus-menerus membaca surat Al-Maidah ayat 118. 

Baca Juga

 اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚوَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَززِيْزُ الْحَكِيْمُ  “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana (maka ampunan-Mu sesuai kebijaksanaan-Mu).” (QS Al-Maidah ayat 118 dari Kitab Bayanul Quran

Diriwayatkan juga bahwa lmam Abu Hanifah rahmatullah 'alaih juga pernah menangis sepanjang malam sambil membaca Surat Yasin Ayat 59:

 

 وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!” (QS Yasin Ayat 59) 

Maksudnya, pada hari Kiamat akan dikatakan kepada para pendosa, "Selama di dunia kalian bisa berkumpul dengan orang-orang yang tidak berdosa, tetapi pada hari ini, kalian akan dipisahkan dengan mereka." 

Mendengar perintah ayat ini, wajarlah jika seseorang menangis, karena tidak tahu apakah dia termasuk golongan para pendosa atau golongan orang yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. 

Hal ini dijelaskan dalam karya Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi yang diterjemahkan menjadi Kitab Kisah-Kisah Sahabat diterbitkan Pustaka Ramadhan. 

Surat Al-Maidah ayat 118 menurut Tafsir Al-Mukhtashar/ Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram): 

"Jika Engkau (wahai Rabbku) mengazab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu yang dapat Engkau perlakukan menurut kehendak-Mu. Dan jika Engkau bermurah hati dengan memberikan ampunan kepada orang yang beriman di antara mereka, maka tidak ada masalah bagi-Mu. Karena Engkau adalah Rabb Yang Mahaperkasa yang tidak mungkin terkalahkan lagi Mahabijaksana dalam mengatur urusan-Mu."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement