Jumat 07 Jul 2023 02:49 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Meniti Tangga Kebahagiaan

Keimanan kepada Allah SWT tidak cukup hanya sampai di hati dan lisan saja.

Naskah Khutbah Jumat: Meniti Tangga Kebahagiaan
Foto: www.freepik.com
Naskah Khutbah Jumat: Meniti Tangga Kebahagiaan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Diyan Faturahman, Anggota ASLAMA PTMA

الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ الرِّسالةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الأمَّةَ، وَجاهَدَ فِى اللهِ حَقَّ جِهادِهِ حَتَّى أَتَاهُ اليَقِينُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Baca Juga

عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Setiap orang ingin agar hidupnya bahagia. Namun, tidak setiap orang mampu meraih kebahagiaan tersebut, sebagian mereka atau bahkan kita berbeda dalam mencari jalan kebahagiaan. Berdasarkan segi usia, kebahagiaan anak kecil, remaja, dewasa hingga orangtua pasti berbeda.

Berdasarkan gender, kebahagiaan laki-laki dan perempuan, pasti ada yang berbeda. Berdasarkan geografis, kebahagiaan orang kampung dengan kota berbeda, yang tinggal di dekat gunung dan dekat pantai itu berbeda. Berdasarkan status sosial, kebahagiaan warga sipil, pejabat, petani, nelayan, buruh, dan apapun itu masing-masing punya standar sendiri.

Meski demikian, jika ditarik benang merahnya, setiap mereka dan bahkan kita, pasti sepakat bahwa timbulnya kebahagiaan antara lain manakala kita telah bebas dari belenggu masalah lalu telah menemukan jalan keluar dari problematika kehidupan yang dialami, atau ketika kita mendapat hadiah dan kemenangan.

Sebagai seorang muslim dan kita beriman kepada Allah SwT, beriman kepada takdir ketentuan Tuhan, kita diajarkan cara menemukan jalan keluar dari aneka macam kegelisahan lahir maupun batin. Kegelisahan menyebabkan diri kehilangan kebahagiaan. Sebagaimana tersebut dalam QS. Al Baqarah: 153,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Beriman saja tidak cukup, keimanan kepada Allah SwT tidak cukup hanya sampai di hati dan lisan saja, ia mestilah dibuktikan dengan amal shalih atau ibadah. Dua hal ini saling isi mengisi, terkait berkelindan satu sama lain. Semakin kuat iman, maka semakin kuat ibadah atau amalnya, pun jika semakin kuat ibadahnya, maka semakin kokoh imannya.

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2023/07/06/meniti-tangga-kebahagiaan/
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement