Jumat 26 Dec 2025 07:55 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Jika Tahun Ini yang Terakhir, Sudahkah Kita Siap?

Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk meluruskan arah hidup.

Naskah Khutbah Jumat: Jika Tahun Ini yang Terakhir, Sudahkah Kita Siap?
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Naskah Khutbah Jumat: Jika Tahun Ini yang Terakhir, Sudahkah Kita Siap?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput, Tinggal di Mamuju Sulawesi Barat

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

Baca Juga

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللّٰهِ خَيْرُ الزَّادِ، وَبِهَا تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ، وَتُصْلَحُ الْأَعْمَالُ، وَتُرْفَعُ الدَّرَجَاتُ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita semua sedang berdiri di ujung waktu. Bukan ujung dunia, tetapi ujung satu tahun kehidupan. Dua belas bulan telah kita lalui dengan segala cerita di dalamnya.

Ada tawa, ada air mata, ada keberhasilan, ada kegagalan, ada niat baik yang terwujud, tapi lebih banyak niat baik yang tertunda. Tahun ini seperti lembaran buku yang hampir ditutup dan sebelum ditutup, Allah seakan bertanya kepada kita, apa yang sudah engkau tulis di dalamnya?

Allah mengingatkan kita:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini tidak berbicara tentang hari esok dunia, tapi hari esok setelah kematian. Maka pertanyaannya bukan lagi  apa rencana kita tahun depan, tetapi apa bekal kita jika malam ini dipanggil Allah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement