Dahsyatnya Kandungan Surat Al-Mulk Meski Hanya Terdiri Atas 30 Ayat 

Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 16 Nov 2022 08:53 WIB

Ilustrasi Alquran. Surat Al Mulk mempunyai banyak keutamaan bagi pembacanya Foto: pxhere Ilustrasi Alquran. Surat Al Mulk mempunyai banyak keutamaan bagi pembacanya

Surat Al Mulk mempunyai banyak keutamaan bagi pembacanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-  Surat al-Mulk menjadi pertanda permulaan juz ke-29 Alquran. Tema pokoknya adalah mentauhidkan Allah  SWT dengan menggambarkan kesempurnaan ciptaan-Nya. Bahwa hanya Allah SWT yang Mahatinggi (tabaaraka).

 

Baca Juga

Di tangan-Nya segala kekuasaan (biyadihil mulk). Dialah Allah yang bisa berbuat apa saja. 

 

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ “Mahasuci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Mulk ayat 1).  

 

Dengan tema besar tersebut, surat al-Mulk termasuk surat yang mempunyai keistimewaan luar biasa, seperti yang disebutkan Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: 

 

  إنَّ سورةً منَ القرآنِ ثلاثونَ آيةً شفعَت لرجلٍ حتَّى غُفِرَ لَهُ وَهيَ سورةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

 

“Sesungguhnya dalam Alquran ada surah yang terdiri atas tiga puluh ayat yang bisa memberikan syafaat kepada siapa yang selalu membacanya yaitu surah Tabarak, yakni al-Mulk)". (HR Tirmidzi).

 

 

Untuk membuktikan tema pokok tersebut, surat al-Mulk menunjukkan bahwa hanya Allah SWT yang bisa menciptakan kematian dan kehidupan, "khalaqal mauta wal hayaata" (QS 67: 2).

Penggunaan kata khalaqa membuktikan kesempurnaan ciptaan-Nya dalam membuat kehidupan dan kematian. Bahwa itu tidak mungkin dilakukan oleh siapapun selain-Nya. 

 

Kalaupun seseorang bisa menghabiskan nyawa orang lain, teta pi bukan dalam konteks khalaqal mauta (menciptakan kematian) tetapi dalam konteks qatala (membunuh). Yaitu dengan cara meru sak seba gian organ dalam tubuh korban yang dengannya ia menjadi mati.

Berbeda dengan Allah SWT yang tanpa melukainya atau merusak sebagian or gan nya bisa membuat orang tersebut meninggal dunia. Itulah kesempurnaan yang tidak akan pernah bisa diperbuat makhluk siapa pun. 

 

Begitu juga penciptaan kehidupan (khalaqal hayaata). Allah SWT telah membuktikan bahwa bisa membuat dari tidak ada menjadi ada, dan dari apa yang mati menjadi hidup.

Ini juga tidak bisa ditiru siapapun dari makhluk-Nya. Karena itu satu per satu kematian terjadi di kalangan manusia, sekalipun di saat yang sama berbagai upaya dilakukan, dengan segala kemampuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi, untuk menyelamatkan kehidupan seseorang, tetapi ujungnya tetap berakhir dengan kematian. 

 

Di sini kita mengerti mengapa Allah  SWT tutup ayat-Nya dengan kata "wa huwal 'aziizul ghafuur (Dia Mahaperkasa dan Mahapengam pun)." (QS 67: 2).

Bahwa tidak ada keperkasaan apa pun yang bisa menandingi keperkasaan-Nya. Kalaupun ternyata ada manusia yang salah paham, di mana dengan kemampuannya ia merasa hebat, Allah SWT masih membuka baginya pintu ampunan untuk bertobat. 

 

Lalu surat al-Mulk menyebutkan penciptaan tujuh lapis langit yang sangat kokoh, "Alladzii khalaqa sab'a samaawaatin thibaaqaa" (QS 67: 3). 

 

Di sini Allah  SWT menantang siapa saja dari manusia secara terbuka, kalau memang bisa menemukan cacat dari penciptaan langit tersebut.

Silakan—kata Allah— lakukan penelitian berkali-kali untuk menunjukkan bukti bahwa dalam penciptaan langit tersebut ada yang kurang sempurna, "far jiil bashar hal taraa min futhuur, tsummar jiil bashar karatain".

Mahasempurna Allah SWT dalam segala ciptaan-Nya. Ini bukti bahwa semua ciptaan Allah SWT adalah mukjizat dalam arti tidak mungkin bisa ditiru siapa pun.  

 

*Naskah Motivasi Alquran di bawah asuhan Ustadz Dr Amir Faishol Fath, pakar tafsir Alquran, dai nasional dan CEO Fath Institute. Tayang di Harian Republika. 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id