Siapakah Orang yang Diampuni Dosanya? Ini Penegasan Alquran Surat Al Ankabut

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 15 Sep 2022 14:25 WIB

Bertobat. Ilustrasi. Allah SWT mengampuni dosa orang-orang beriman dan beramal saleh Foto: Republika/Putra M. Akbar Bertobat. Ilustrasi. Allah SWT mengampuni dosa orang-orang beriman dan beramal saleh

Allah SWT mengampuni dosa orang-orang beriman dan beramal saleh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran menjelaskan bahwa ada orang-orang yang diampuni dosanya. Yakni mereka yang tetap beriman dengan sungguh-sungguh walau diuji berbagai ujian, dan tetap melakukan amal saleh dengan sungguh-sungguh. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surat Al Ankabut: 7) 

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Baca Juga

“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh pasti akan Kami hapus dosa-dosanya, dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan.” (QS Al Ankabut ayat 7) 

Ayat ini mengandung arti, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar dan tidak menjadi kafir atau murtad walaupun diuji dengan berbagai cobaan, serta membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, menolong orang yang kesusahan, membela yang teraniaya, bekerja mencari nafkah, mempertahankan negara dari serangan musuh, dan berbagai kebaikan lainnya, pasti akan Kami ampuni dosa-dosanya dan dihapus kesalahan-kesalahannya yang telah lalu. 

Mereka pasti akan Kami beri pahala berlipat ganda, mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan tidak terbatas, dan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. 

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar walaupun diuji dengan berbagai cobaan, ia tidak berbalik kepada kekafiran (murtad). 

Begitu juga ketika mengalami penderitaan dalam berhadapan dengan orang-orang musyrik, dia tetap mengerjakan segala kewajibannya, menjauhi segala larangan, mempertinggi ketakwaan, menolong orang yang sedang kesusahan, membela orang teraniaya, mempertahankan dan membela negara dari serangan musuh, dan bekerja sama satu sama lain. Mereka itu mendapat ganjaran dari Allah SWT berupa ampunan dari semua dosa dan kesalahan mereka yang telah lalu. 

Semua itu merupakan sebab dari pelipatgandaan pahala yang diberikan Allah SWT menjadi sepuluh kali lipat. Allah SWT berfirman:

 مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)." (QS Al Anam ayat 160)    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini