Naskah Khutbah Jumat: Menyemai Kebajikan, Menuai Kemaslahatan

Red: Ani Nursalikah

 Jumat 19 Aug 2022 01:39 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Menyemai Kebajikan, Menuai Kemaslahatan Foto: www.pxhere.com Naskah Khutbah Jumat: Menyemai Kebajikan, Menuai Kemaslahatan

Kiprah menyemai kebajikan menghadirkan energi pembaruan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Cristoffer Veron P, Kader Muhammadiyah Yogyakarta

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ الله تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

Baca Juga

Saudara-Saudara yang Budiman

Alhamdulillah hari demi hari telah kita lewati bersama. Mendendangkan kita untuk bersyukur atas persembahan nikmat Ilahi yang begitu kaya. Sampai detik ini, kita masih diberikan tempo untuk merasakan indahnya kehidupan dunia. Dan juga mempersiapkan diri mengumpulkan amal-amal terbaik dalam menghadapi masa-masa yang menegangkan kelak akan dialami oleh segenap manusia, yakni kematian.

Shalawat dan salam kita limpahkan kepada junjungan Rasulullah Muhammad Saw. Sosok yang paling suci yang memancarkan nur benderang, menjadikan dirinya layak untuk kita petik mosaik-mosaik keteladanannya. Dengan harapan dapat terlahir sebagai manusia pembawa suluh pencerah bagi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Saudara-Saudara yang Budiman

Dengan semburat sinar sang surya yang berpijar di tengah petala langit, manusia saling seronok menjalani hidup di bumi. Menjalaninya dengan penuh semangat dan senantiasa menengadahkan tangan untuk mensyukuri seraya memancarkan secercah cahaya optimisme di dalam jiwa. Manusia bukanlah sosok yang gagah perkasa, melainkan sosok lemah (dha’if) yang senantiasa berusaha berbuat bajik untuk tampil sebagai manusia paripurna (insan kamil) di muka bumi.

Kemampuan manusia berbuat bajik menjadi titik temu perenungan yang kaya akan pengajaran. Di sepanjang sajadah panjang kehidupan ini, kita acap kali sering menemukan beragama kisah-kisah klasik dengan kandungan hikmah begitu tinggi. Kisah yang memberikan kesadaran diri hal ihwal berbuat bajik sekaligus penyemaiannya harus dilakukan apapun kondisi kehidupan yang tengah terjadi.

sumber : Suara Muhammadiyah
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id