Jumat 10 Jun 2022 00:05 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Buah dari Taqwa kepada Allah

Taqwa pada hakekatnya adalah integrasi antara iman, islam, dan ihsan.

Naskah Khutbah Jumat: Buah dari Taqwa kepada Allah
Foto:

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ayat ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa menjadi orang bertakwa itu harus mampu melakukan sebuah kebajikan (al-birr) berupa iman, yaitu iman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab dan juga para Nabi. Pada saat bersamaan kita juga harus selalu mendirikan sholat dan menunaikan zakat sebagai perwujudan rukun Islam, dan senantiasa berbuat ihsan dengan mendermakan harta yang dicintainya, menepati janji dan perilaku sabar. Orang yang bertakwa dengan demikian adalah orang yang dalam waktu bersamaan menjadi mukmin, muslim, dan muhsin.

Dalam surat Ali Imran ayat 102, Allah memerintahkan kepada kita supaya bertakwa kepada Allah dengan semaksimal mungkin, yaitu dengan mengerahkan semua potensi yang kita miliki. Cara bertakwa secara maksimal adalah dengan melakukan islamisasi seluruh aspek dan ruang lingkup kehidupan (islamiyah al-hayah), karena bagaimana mungkin seseorang akan mati dalam keadaan muslim kalau dia tidak selalu menjadi muslim sepanjang hidupnya.

Dengan kata lain, seluruh proses hidup kita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, tempat kerja, kehidupan bertetangga, bermasyarakat bahkan bernegara, harus didasarkan pada ajaran-ajaran Islam sebagai perwujudan melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada kita agar menjaga komitmen takwa kapan dan di mana saja, ketika bertemu dengan siapa saja, serta dalam situasi apa saja yang dihadapinya.

Rasulullah SAW bersabda:

اِتْقِ الله حَيْثُمَا كُنْتَ (رواه الترمذى)

“Bertakwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada”   

 

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2022/06/03/buah-dari-takwa-kepada-allah/
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement