Senin 18 Apr 2022 13:07 WIB

Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir Soal Sihir

Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir Soal Sihir

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Tafsir Alquran: Harut dan Marut menurut pendapat ulama adalah dua malaikat (Ilustrasi)
Foto: Blogspot
Tafsir Alquran: Harut dan Marut menurut pendapat ulama adalah dua malaikat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 memaparkan penjelasan tentang surah al-Baqarah yang berbicara tentang Harut dan Marut. 

Dalam surah al-Baqarah ayat 101, Allah berfirman:

Baca Juga

وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَۙ كِتٰبَ اللّٰهِ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۖ

Artinya, "Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orangorang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)-nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)."

Kata 'mereka' itu merujuk kepada kaum Yahudi. Menurut Ibnu Katsir, sekelompok dari kaum Yahudi telah mencampakkan kitab Allah yang di dalamnya terdapat berita kedatangan Nabi Muhammad SAW. Bahkan, mereka lebih tertarik belajar dan melakukan sihir demi menolak kenabian Rasulullah.

Dalam konteks masa kenabian, seorang Yahudi, Labid bin A'sham, pernah berupaya menyihir untuk mencelakakan Rasulullah. Namun, Allah memperlihatkan dan menyelamatkan Rasulullah dari sihir tersebut. Kisah ini disarikan Ibnu Katsir dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Kaum Yahudi juga membantah kenabian Rasulullah Muhammad justru bukan dengan kitab Taurat, melainkan 'Ashif serta sihir Harut dan Marut. Pa da hal, kata Ibnu Katsir, Alquran terbukti tidak bertentangan dengan kitab Taurat. Namun, begitu mengetahui fakta tersebut kaum Yahudi malah melempar kitab Taurat.

Sebenarnya kaum Yahudi itu mengetahui, tetapi mereka membuang dan menyem bunyikan pengetahuan mereka itu dan mengingkarinya,kata Qatadah, sebagaimana dikutip Ibnu Katsir.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement