REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kesusahan dan musibah merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak dapat dihindari manusia. Dalam menghadapi keadaan tersebut, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk bersabar, tetapi juga dianjurkan memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW telah memberikan teladan melalui sejumlah doa yang beliau panjatkan ketika menghadapi kesulitan dan musibah.
Sejumlah riwayat sahih dari Imam Bukhari, Imam Muslim, dan para imam hadis lainnya mencatat bacaan-bacaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghambaan, permohonan perlindungan dan kekuatan hati ketika seorang Muslim diuji oleh berbagai kesulitan.
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW ketika tertimpa kesusahan, beliau berdoa:
Laa ilaaha illal laahul 'adziimul haliim, laa ilaaha ilal laahu rabbul 'arsyil 'adziim, laa ilaaha illal laahu rabbus samaawaati wa rabbull ardli wa rabbul 'arsyil kariim.
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Agung dan Maha Penyayang, tidak ada Tuhan Yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memiliki Arsy yang agung, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Memiliki langit-langit, bumi, dan Arsy yang agung."
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW, ketika tertimpa kesusahan membaca doa tersebut." Kalimat hazabahu amrun bermakna ketika turun kesusahan atau ketika tertimpa kesusahan.