Senin 12 Feb 2024 16:48 WIB

Surat Al Anam Ayat 101: Allah Tegaskan Kekuasaannya yang tidak Terbatas

Allah menegaskan Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Allah SWT
Foto: republika
Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di dalam teks Alquran, Allah SWT kerap kali mengajak umat-Nya untuk merenungi segala ciptaan-Nya. Dalam hal tersebut pun, Allah SWT sekaligus menegaskan bagaimana kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al An'am ayat 101:

Baca Juga

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ ۗوَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

"Badī‘us-samāwāti wal-arḍ(i), annā yakūnu lahū waladuw wa lam takul lahū ṣāḥibah(tun), wa khalaqa kulla syai'(in), wa huwa bikulli syai'in‘alīm(un)."

Yang artinya, "Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dalam tafsir Kementerian Agama dijelaskan, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta langit dan bumi. Dalam penciptaan jagat raya dan segala isinya, Dia tidaklah meniru dari ciptaan-ciptaan sebelumnya. Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Hal ini berarti bahwa Allah menciptakannya secara mutlak tidak memerlukan bantuan tenaga ataupun benda-benda lainnya. Oleh sebab itu bagaimana mungkin Allah mempunyai anak seperti persangkaan orang-orang musyrik?  Padahal Dia tidak memerlukan istri yang dapat melahirkan anak.

Allah menyalahkan anggapan orang-orang musyrik dengan memberikan alasan-alasan yang rasional dengan maksud agar mereka dapat menerima kebenaran. Penjelasan ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya, Allah membersihkan diri-Nya dari tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik; sedangkan keterangan-keterangan selanjutnya menandaskan bahwa dugaan-dugaan mereka itu tidak masuk akal.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Ilmu-Nya azali dan abadi. Hal ini merupakan ketetapan Allah untuk menguatkan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya serta membatalkan tuduhan orang musyrik yang tidak pada tempatnya itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement