REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Membaca Alquran tidak hanya soal melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga tentang meluruskan niat agar petunjuk yang terkandung di dalamnya benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan.
Para ulama mengingatkan bahwa hubungan seorang Muslim dengan Alquran harus dibangun semata-mata untuk mencari petunjuk Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan meraih keridaan-Nya.
Dalam literatur keislaman dijelaskan bahwa apa yang diperoleh seseorang dari Alquran sangat bergantung pada niat saat membacanya. Alquran memang diturunkan sebagai petunjuk, namun seseorang bisa saja tidak mendapatkan manfaatnya apabila membacanya dengan tujuan yang keliru.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 26 yang menegaskan bahwa Alquran memberi petunjuk bagi banyak orang, tetapi juga dapat menjadi sebab kesesatan bagi mereka yang zalim.
Berikut tiga niat yang perlu dihindari ketika membaca Alquran:
1. Membaca Hanya untuk Kesenangan Intelektual
Alquran tidak diturunkan sekadar sebagai objek kajian ilmiah atau bahasa. Meski mempelajari aspek linguistik, sejarah, dan hukum dalam Alquran penting, semua itu tidak akan bermakna jika tidak menyentuh hati dan mengubah perilaku. Banyak orang memahami Alquran secara akademis, tetapi tidak mengambil pelajaran dari pesan spiritualnya.
2. Membaca untuk Membenarkan Pendapat Pribadi
Mendekati Alquran dengan tujuan mencari pembenaran atas gagasan sendiri dapat membuat seseorang hanya “Mendengar suaranya sendiri” dalam ayat-ayat yang dibaca.
Nabi Muhammad SAW memperingatkan bahwa menafsirkan Alquran berdasarkan pendapat pribadi tanpa landasan ilmu dapat menjerumuskan seseorang pada kesalahan.
Rasulullah SAW bersabda:
من قال في القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: "Barangsiapa yang berkata tentang Alquran tanpa ilmu maka siapkanlah tempat duduknya di neraka." (At-Tirmidhi).
3. Membaca Alquran Demi Keuntungan Duniawi
Menggunakan Alquran untuk mencari popularitas, kehormatan, atau keuntungan materi juga merupakan niat yang tercela.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang mempelajari dan mengajarkan Alquran demi pujian duniawi akan mendapatkan balasan yang berat di akhirat.
Meski demikian, membaca Alquran tetap membawa berbagai manfaat, seperti ketenangan jiwa dan pahala besar dari setiap huruf yang dibaca. Namun manfaat tersebut tidak boleh menjadi tujuan utama. Tujuan tertinggi membaca Alquran adalah memahami, mengamalkan, dan menjadikannya sebagai petunjuk hidup.
Para ulama pun menekankan pentingnya selalu mengoreksi diri dengan pertanyaan sederhana, Mengapa saya membaca Alquran? Semakin murni niat seseorang, semakin besar pula nilai dan dampak Alquran dalam hidupnya.