Rabu 03 Jan 2024 12:41 WIB

Istighfar dari Mulut Pendusta, Begini Penjelasannya

Istighfar merupakan ungkapan permohonan ampunan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Membaca Istighfar (ilustrasi).
Foto: wordpress.com
Membaca Istighfar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Ihya Ulumuddin yang ditulis Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau yang dikenal Imam Al-Ghazali, dijelaskan keutamaan istighfar yakni Astagfirullahaladzim (Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung).

Namun, Imam Al-Ghazali mengutip pernyataan Al-Fudhail bin Iyadh yang pernah mengatakan, "Memohon ampunan tanpa menghentikan perbuatan dosa (besar) adalah tobatnya orang-orang yang berdusta."

Baca Juga

Imam Al-Ghazali menjelaskan keutamaan istighfar dengan mengutip firman Allah SWT dan hadits.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ 

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya). (QS Ali ‘Imran Ayat 135)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ 

(Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam. (QS Ali ‘Imran Ayat 17)

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya aku memohon ampunan dan bertobat kepada Allah SWT dalam sehari semalam sebanyak 70 kali." (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada kesempatan yang berbeda Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman: Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian itu berdosa, kecuali orang yang Aku selamatkan. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa kalian. Barangsiapa meyakini bahwa Aku berkuasa mengampuni dosanya, niscaya Aku pun mengampuni dosanya dan Aku tidak peduli atas banyaknya dosa yang telah ia lakukan." (HR Imam Ahmad)

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa mengucapkan Subhanaka zhalamtu nafsi wa 'amiltu suan, faghfirli, innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta (Maha Suci Engkau ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku telah berbuat dosa, maka ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak ada yang yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau), niscaya dosa-dosanya akan diampuni, walaupun jumlahnya sebanyak langkah dari barisan semut hitam

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement