Ahad 19 Nov 2023 06:42 WIB

4 Nama Surat Al Fatihah

Surat al-Fatihah merupakan surat yang paling agung dalam Alquran.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Nama surat Al-Fatihah
Foto: republika
Nama surat Al-Fatihah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Surat al-Fatihah merupakan surat yang paling agung dalam Alquran. Untaian kalimatnya ringkas, namun kandungan maknanya begitu luas.

"Seorang muslim yang taat membacanya setiap hari minimal tujuh belas kali di shalatnya. Sejak kecil hingga detik ini entah sudah berapa ratus atau ribu kali kita membacanya. Tapi yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita memahami mutiara indah yang dikandungnya, sehingga kita bisa menggapai kekhusyu’an shalat, yang itu salah satunya bersumber dari peresapan kita akan makna bacaan shalat," kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember Ustadz Abdullah Zaen dalam pesan Telegram.

Baca Juga

Ustadz Abdullah mengungkapkan Surat al-Fatihah memiliki banyak nama, sampai-sampai MajduddIn al-Fairuzabadi (w. 817 H) menyebutkan al-Fatihah memiliki tiga puluh nama. Latar belakang penamaan yang begitu beragam kembali kepada keragaman kandungan yang ada di dalamnya serta keutamaan dan keistimewaannya yang begitu banyak.

Nama-Nama Surat Al Fatihah

1. Al-Fatihah atau Fatihatul Kitab

Dalilnya: sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“لاَ صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ”.

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fâtihatul Kitâb.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari ‘Ubâdah bin Shâmit).

Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama dalam penamaan tersebut. Dinamakan demikian; sebab penulisan mushaf dan shalat dimulai dengannya [lihat: Tafsîr al-Qurthubi (I/172) dan Tafsîr Juz ‘Amma oleh Syaikh Ibn ‘Utsaimîn (hal. 9)].

2. Ummul Kitab dan Ummul Qur’an

Dalil penamaan ini: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“الْحَمْدُ لِلَّهِ أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي”.

“(Surat) alhamdulillah adalah ummul qur’an, ummul kitab dan as-sab’u al-matsâni.” (H.R. Tirmidzi dari Abu Hurairah, dan beliau berkomentar bahwa hadits ini hasan sahih).

Mayoritas ulama membolehkan penamaan di atas [lihat: Tafsîr al-Qurthubi (I/172)]. Dinamakan demikian, karena al-Fatihah merupakan inti, tanda dan pendahuluan al-Qur’an [lihat: Tafsîr al-Qur’an al-‘Azhîm karya al-‘Izz bin Abdissalâm (I/141), Tafsîr al-Baghawi (I/49) dan Fath al-Bâri karya Ibnu Hajar al-‘Asqalâni (VIII/195).

Selanjutnya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement