Jumat 06 Oct 2023 08:56 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Ketahanan Keluarga Basis Kemajuan Umat dan Bangsa

Salah satu masalah masyarakat modern adalah ketahanan dan keharmonisan keluarga.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Naskah Khutbah Jumat: Ketahanan Keluarga Basis Kemajuan Umat dan Bangsa
Foto: Republika/Thoudy Badai
Naskah Khutbah Jumat: Ketahanan Keluarga Basis Kemajuan Umat dan Bangsa

REPUBLIKA.CO.ID,

الحمد لله الذي خلق الإنسان في أحسن تقويم و الذي هدانا لطريقه القويم وفقهنا في دينه المستقيم. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة توصلنا إلى جنات النعيم وتكون سببا للنظر لوجهه الكريم. وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله النبي الرؤف الرحيم. اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد: فاتقوا الله أيها المسلمون وأطيعوه ، وراقبوه في أعمالكم مراقبة من يعلم أنه يعلم السر وأخفى. وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك ولا تبغ الفساد في الأرض إن الله لا يحب المفسدين.

Baca Juga

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Pada kesempatan sholat Jumat yang sangat mulia ini, khatib berpesan untuk diri pribadi dan mengajak jamaah sekalian untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah. Kita berusaha dengan tulus dan ikhlas menunaikan perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya.

 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat modern adalah ketahanan dan keharmonisan keluarga. Di banyak negara keluarga mengalami pelemahan. Angka broken home sangat tinggi. Angka perceraian di atas 25 persen. Di banyak negara maju, sebagian masyarakat, khususnya kalangan muda memilih tidak berkeluarga. Banyak yang berkeluarga memilih tidak memiliki keturunan (child free). Sebagian karena alasan ekonomi, karir, dan falsafah hidup.

Kecenderungan sosial tersebut menimbulkan masalah serius yaitu keterputusan generasi (lost generation). Banyak negara yang kekurangan jumlah penduduk atau degenerasi nasabiah. Dan banyak juga bangsa-bangsa yang kehilangan jati diri atau degenerasi diniyah.

Sidang Jumat rahimakumullah

Islam mengajarkan tentang pentingnya berkeluarga dan lembaga keluarga agar manusia hidup bahagia, aman, tenang, dan damai. Penelitian menunjukkan sebagian besar orang yang berkeluarga hidupnya lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak berkeluarga. Allah menciptakan manusia hidup berpasangan dengan ikatan pernikahan agar mereka hidup tenang, bahagia, dan sejahtera. Firman Allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar Rum ayat 21).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement