Jumat 29 Sep 2023 00:09 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Maulid, Meneladan Jejak Hidup Nabi Muhammad SAW

Dalam kesehariannya, Nabi memancarkan kemuliaan perilaku.

Naskah Khutbah Jumat: Maulid, Meneladani Jejak Hidup Nabi
Foto: ANTARA/Wahyu Putro A
Naskah Khutbah Jumat: Maulid, Meneladani Jejak Hidup Nabi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Cristoffer Veron P, Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Kota Yogyakarta

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ,يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Baca Juga

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, pertama-tama marilah kita senantiasa memancarkan rasa syukur kehadirat Allah SwT. Tuhan Yang Maha Kasih lagi Pengasih, Sang Pencipta Pemberi anugerah hidup ini. Dialah yang telah memberikan kesempatan kita hidup untuk kesekian kalinya dengan merasakan nikmat sehat, sehingga dapat menjalani aktivitas dalam kondisi sehat tanpa adanya kekurangan suatu apa pun.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan Allah SwT kepada Nabi Besar Muhammad Saw. Nabi akhir zaman yang dihadirkan Allah SwT untuk menyampaikan risalah Islamiyah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Sosok manusia agung yang memberikan secercah nur keteladanan laik dijadikan pengajaran bagi kita. Dengan demikian, hidup ini makin bermakna dan berwarna kini dan di masa mendatang.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Tanggal 28 September 2023 bertepatan 12 Rabiul Awal 1445 H umat Islam mengenang kelahiran Nabi Muhammad Saw. Adalah sosok adiluhung di muka bumi dilahirkan di Makkah dan wafat di Madinah kota peradaban. Umat Islam terpinga-pinga mendengar kisah hidup bertabur tarbiyah lewat shirah nabawiyah (historis Nabi). Hidupnya sarat dengan keteladanan yang sangat laik dipetik pelajarannya.

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs al-Ahzab [33] ayat 21).

Lewat redaksi surat ini, Tuhan menunjukkan eksistensi kepribadian Nabi memiliki keteladanan yang tepat dijadikan patron bagi umat Islam. Hal tersebut berorientasi agar memperoleh kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.

Dalam kesehariannya, Nabi memancarkan kemuliaan perilaku. Di sini ada satu keteladanan yang bisa diejawantahkan, yakni meniru perilakunya. Berbicara perilaku Nabi, tidak perlu dinafikan karena demikianlah Tuhan sendiri mengatakan,

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ

Artinya: “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Qs al-Qalam [68] ayat 4).

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/read/khutbah-maulid-meneladani-jejak-hidup-nabi
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement