Rabu 20 Sep 2023 11:09 WIB

Saat Kiamat Malaikat Umumkan Golongan Orang Masuk Surga tanpa Hisab

Manusia dikumpulkan di suatu tempat dan malaikat mengumumkan orang yang masuk surga.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Surga
Foto: Pixabay
Ilustrasi Surga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha adalah putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan bahwa Sayyidatina Asma binti Abu Bakar menyampaikan sebuah hadits tentang orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.

Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha berkata bahwa mendengar baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, "Pada hari kiamat, semua orang akan dikumpulkan di suatu tempat. Suara yang diumumkan oleh malaikat pasti akan terdengar oleh semua orang."

Baca Juga

Malaikat mengumumkan, "Di mana orang yang selalu mengingat dan memuji Allah SWT dalam keadaan senang atau susah? Mendengar pengumuman itu, sekelompok manusia berdiri dan masuk surga tanpa hisab."

Kemudian, malaikat mengumumkan lagi, "Di mana orang yang sibuk beribadah pada malam hari dan mejauhkan diri dari tempat tidurnya? Sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab."

Malaikat mengumumkan lagi, "Di mana orang yang perdagangan dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah SWT? Kemudian sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab."

Kisah ini juga diriwayatkan dalam hadits lain dengan tambahan bahwa akan diumumkan, "Penduduk Mahsyar akan melihat siapakah orang yang mulia?" Kemudian akan diumumkan lagi, "Mereka adalah orang yang kesibukan perdagangannya tidak menghalangi dia dari mengingat Allah SWT dan dari mendirikan sholat." (dari Kitab Durrul Mantsur).

Dilansir dari buku Fadhail Namaz yang disusun Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Rahmatullah alaih dan diterjemahkan Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta, diterbitkan Pustaka Ramadhan.

Berdasarkan hadits di atas, ada beberapa golongan manusia yang masuk surga tanpa hisab. Di antaranya, golongan manusia yang selalu mengingat dan memuji Allah SWT dalam keadaan senang atau susah. Golongan manusia yang sibuk beribadah pada malam hari. Golongan manusia yang perdagangan dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah SWT.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement