Jumat 11 Aug 2023 18:50 WIB

Nasihat Luqman Al-Hakim, Manusia Untuk Allah, Dirinya dan Cacing

Allah menciptakan manusia untuk beribadah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi ngaji Alquran.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Ilustrasi ngaji Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dijelaskan bahwa manusia dibagi menjadi tiga bagian. Penjelasan yang disampaikan Syekh Nawawi al-Banteni itu dikutip dari nasihat Luqman Al-Hakim untuk anak-anaknya.

Sebagaimana diwasiatkan oleh Luqman Al hakim terhadap anak-anaknya sebagai berikut.

Baca Juga

"Wahai anak-anakku, sesungguhnya manusia itu dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk Allah, sepertiganya untuk dirinya sendiri, dan sepertiganya untuk cacing. Adapun yang untuk Allah adalah ruhnya. Untuk dirinya sendiri adalah amal perbuatannya. Untuk cacing adalah jasadnya."

Diantar wasiat Luqman Al Hakim terhadap anak-anaknya adalah ia mengatakan bahwa dalam diri manusia itu ada tiga bagian. Yaitu ruh, amal perbuatan dan jasad.

Ruh akan kembali kepada Allah jika meninggal dunia nanti. Amal perbuatan akan bermanfaat bagi dirinya atau akan mudharat atas dirinya, semua itu berdasarkan amal perbuatan yang telah dilakukannya. Jasad akan menjadi santapan cacing tanah jika sudah mati di dalam kubur nanti.

Dilansir dari kitab Nashaihul Ibad yang diterjemahkan Abu Mujaddidul Islam Mafa dan diterbitkan Gitamedia Press, 2008.

Syekh Nawawi al-Banteni juga menjelaskan bahwa orang yang mati tanpa iman, bagai mengarungi samudera tanpa kapal. Bagaikan orang yang tenggelam di lautan.

Hal tersebut dijelaskan Syekh Nawawi al-Banteni dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW dan perkataan para sahabat Nabi Muhammad SAW serta para tabi'in.

Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu anhu pernah berkata, "Siapapun yang mask kubur (mati) dengan tanpa membawa bekal (iman), maka ia bagaikan mengarungi samudera tanpa kapal."

Menurut Syekh Nawawi al-Banteni, orang yang mati tanpa iman bagai tenggelam di lautan dan tidak akan selamat. Kecuali Allah SWT menyelamatkannya, maka ia akan selamat.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mayat di dalam kuburnya bagaikan orang tenggelam yang memohon pertolongan."

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement