Selasa 20 Dec 2022 01:37 WIB

Tafsir Surat Az-Zumar Ayat 10: Orang Sabar Disempurnakan Pahalanya tanpa Perhitungan

Mereka yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat kebaikan pula.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Sabar/ilustrasi. Tafsir Surat Az-Zumar Ayat 10: Orang Sabar Disempurnakan Pahalanya tanpa Perhitungan
Sabar/ilustrasi. Tafsir Surat Az-Zumar Ayat 10: Orang Sabar Disempurnakan Pahalanya tanpa Perhitungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan orang-orang yang bersabar akan disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. Hal ini menunjukan betapa besarnya balasan dari Allah SWT terhadap orang-orang yang bersabar. Ini dijelaskan dalam dalam Surat Az-Zumar Ayat 10 dan tafsirnya.

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ  ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ  ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Baca Juga

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. (QS Az-Zumar: 10)

Menurut Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyeru seluruh hamba Allah dan menasihati mereka agar tetap bertakwa kepada Allah. Menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

 

Manusia diperintahkan agar bertakwa karena mereka yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat kebaikan pula. Mereka akan dianugerahi kesehatan, kesejahteraan, dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya. Semua itu dapat dicapai karena ia selalu berakhlak baik dan berbudi luhur seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa.

Di samping itu, ia akan mendapat kebaikan pula di akhirat, yaitu mendapat tempat yang penuh dengan kenikmatan, dan mendapat keridhaan Allah. Allah juga menyuruh kaum Muslimin untuk mempersiapkan diri melakukan hijrah ke Madinah, serta menyuruh mereka agar bersikap tabah karena terpisah dari tanah air, sanak keluarga, dan handai taulan.

Perintah itu diberikan dengan penjelasan bahwa apabila kaum Muslimin terganggu kebebasannya dalam melakukan perintah Allah di Makah, maka hendaklah hijrah ke negeri lain yang memungkinkan untuk memberi ketenangan dalam melakukan perintah-perintah Allah.

Perintah ini terlukis dalam firman Allah yang singkat, “Dan bumi Allah itu adalah luas.” Allah berfirman, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” (QS An-Nisa': 97)

Di akhir ayat, Allah menjelaskan hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapat pahala yang tak terbatas, seperti dirasakan oleh umat yang terdahulu dari mereka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement