Memahami Bedanya Dosa Besar dan Kecil

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

 Kamis 01 Dec 2022 04:39 WIB

Memahami Bedanya Dosa Besar dan Kecil. Foto: Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia Foto: Dok Republika Memahami Bedanya Dosa Besar dan Kecil. Foto: Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia

Dosa secara umum dibagi menjadi dua kategori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosa secara umum dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah dosa besar dan dosa kecil. Lalu apa yang dimaksud dengan dosa besar dan apa itu dosa kecil?

Dalam buku tafsir Kementerian Agama dijelaskan, sebagian besar ulama berpendapat bahwa dosa kecil merupakan perbuatan yang tidak memiliki aturan hukuman had-nya. Hukuman had adalah hukuman yang ditentukan macam dan jenisnya oleh syariat, seperti hukuman kepada pelaku zina.

Baca Juga

Karena itu, dosa kecil dapat ditutup dengan melakukan ibadah seperti sholat lima waktu, sholat Jumat dan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, "Antara sholat fardhu hingga sholat fardu lainnya, antara sholat Jumat hingga sholat Jumat berikutnya, dan antara puasa Ramadhan hingga puasa Ramadhan selanjutnya, merupakan pelebur dosa selama menjauhi dosa besar." (HR Muslim dari jalur Harun bin Said)

Sedangkan dosa besar, para ulama berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa dosa besar adalah pelanggaran agama yang memiliki ancaman siksa neraka. Sebagian ulama lain tidak berpendapat begitu dan berpendapat bahwa dosa besar adalah yang ditetapkan dalam Alquran dan Hadits.

Ulama fikih berpendapat, perbedaan dosa besar dengan dosa kecil dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan dari dosa tersebut. Bila dampak kerusakan yang ditimbulkan itu sedikit maka adalah dosa kecil. Sedangkan jika dampak kerusakan yang ditimbulkan itu besar, maka termasuk dosa besar.

Dalam berbagai hadis disebutkan ada tujuh macam dosa besar, ada yang menyebut empat macam dosa besar, dan ada pula yang menyebut tiga dosa besar. Menurut Sayyid Quthb, perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan kontekstual, dan Nabi Muhammad SAW menyampaikan sabda sesuai masalah yang dihadapi seseorang yang bertanya kepada Nabi.

Bila tidak didasarkan pada pertanyaan sahabat, nasihat Nabi ditujukan kepada orang banyak. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar." Lalu sahabat bertanya tentang apa saja dosa besar itu. Kemudian Nabi SAW menjawab:

"Syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari peperangan, menuduh berbuat zina wanita yang sudah menikah padahal mereka beriman dan terhormat." (HR Bukhari)

Di riwayat lain, Nabi Muhammad bersabda, "Ingatlah, aku akan memberi tahu kepada kalian tentang dosa-dosa yang terbesar, yaitu syirik dan durhaka kepada kedua orang tua." Kemudian Nabi duduk dan berkata lagi, "Juga berkata dusta dan kesaksian palsu. (HR Bukhari dan Muslim)

Para sahabat dan ulama salaf berpendapat bahwa dosa besar itu tidak hanya ada tujuh tetapi kemungkinan ada lebih banyak. Ibnu Abbas RA mengatakan, dosa besar itu mendekati 70 perbuatan dosa, bahkan dalam riwayat lain mendekati 700 dosa.

Ibnu Abbas RA juga menyampaikan, tidak ada dosa besar jika disertai dengan istighfar (mohon ampunan kepada Allah SWT), dan dosa kecil yang terus-menerus dilakukan bisa menjadi dosa besar.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...