Naskah Khutbah Jumat: Beragama tanpa Paksaan

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 22 Sep 2022 17:45 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Beragama tanpa Paksaan Foto: republika Naskah Khutbah Jumat: Beragama tanpa Paksaan

Tidak ada paksaan dalam Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Diyan Faturahman, Anggota MTT PDM Kota Yogyakarta

اَلْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ بِنِعْمَتِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ  وَنَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد . أَمَّا بَعْد :

Baca Juga

عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Alhamdulillah, mari kita tingkatkan rasa syukur kehadirat Allah SwT atas hidayah Iman dan Islam, atas nikmat sehat dan waktu luang yang sering kita lalaikan. Semoga dengan kesyukuran kita, Allah SwT menambah nikmat-Nya dan mengokohkan akidah kita. Shalawat dan salam kita sanjungkan ke atas baginda Rasulullah Muhamamd saw. Semoga kita bisa berjumpa dengan beliau dalam keadaan penuh rasa syukur.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Salah satu esensi dan mendasar dalam hidup ialah tentang agama atau ad-Din. Menurut salah satu qarar Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah,

اَلدِّيْنُ هُوَ مَا شَرَعَهُ اللهُ عَلَى لِسَانِ أَنْبِيَائِهِ مِنَ الأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِى وَالاِرْشَاداتِ لِصَلاَحِ الْعِبَادِ دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ

Agama adalah apa yang disyariatkan Allah dengan perantaraan para Nabi-Nya, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan, serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.

Dalam Qs. Al-Baqarah 256 Allah berfirman :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ  قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ketika membaca dengan seksama, kemudian bertadabbur dengannya, maka terdapat beberapa hikmah yang dapat kita petik berdasarkan ayat tersebut:

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2022/09/08/beragama-tanpa-paksaan/
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini