Alquran: Manusia Berjihad untuk Dirinya, Bukan untuk Allah

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Kamis 15 Sep 2022 11:00 WIB

 Alquran: Manusia Berjihad Untuk Dirinya, Bukan untuk Allah. Foto:  Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi) Foto: republika Alquran: Manusia Berjihad Untuk Dirinya, Bukan untuk Allah. Foto: Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi)

Allah tidak membutuhkan apapun dari alam semesta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran menegaskan bahwa orang yang sungguh-sungguh berjihad atau berjuang untuk melaksanakan perintah Allah SWT, sebenarnya perjuangannya untuk kebaikan dirinya sendiri. Sebab Allah Maha Kaya tidak membutuhkan apapun dari alam semesta. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Ankabut Ayat 6 dan tafsirnya.

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Baca Juga

Siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh (untuk berbuat kebajikan), sesungguhnya dia sedang berusaha untuk dirinya sendiri (karena manfaatnya kembali kepada dirinya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan suatu apa pun) dari alam semesta. (QS Al-Ankabut: 6)

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa seseorang yang sungguh-sungguh berjuang (berjihad) yang merupakan salah satu aspek dari ungkapan kerinduan menemui Allah, pada hakikatnya perjuangan itu untuk dirinya sendiri, bukan untuk Allah.

Jihad berarti memerangi musuh dan melawan nafsu sendiri. Bisa juga berarti mengerahkan segala upaya untuk Allah dan jihad bukan hanya bermakna perang.

Orang yang akan memperoleh hasil dari perjuangannya adalah orang yang menyandarkan niatnya untuk memperoleh balasan dari Allah, Tuhan semesta alam. Allah tidak memerlukan apakah mereka akan berjuang untuk dirinya sendiri atau tidak berjuang sama sekali, sebab Dia Maha Kaya dari sekalian ciptaan-Nya. Dialah Yang Menguasai sekalian alam ini dan berbuat menurut kehendaknya sendiri.

Inti dari jihad adalah sabar, baik jihad dalam memerangi musuh maupun jihad dalam mengendalikan nafsu. Orang yang sabar dalam berjihad berarti tahan dalam menghadapi cobaan dan tetap berpegang teguh kepada kebenaran yang telah diyakininya. Selain itu, ia juga berusaha mengatasi rintangan-rintangan dalam menegakkan kebenaran itu.

Dalam ayat-ayat lain, Allah menegaskan bahwa faedah amaliah seseorang itu betul-betul untuk kepentingan dirinya.

Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (QS Fussilat: 46)

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS Al-Isra': 7)

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini