Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 189: Kaum Anshar tak Mau Masuk Rumah Kecuali Lewat Belakang

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 14 Sep 2022 20:03 WIB

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 189: Kaum Anshar tak Mau Masuk Rumah Kecuali Lewat Belakang Foto: istimewa Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 189: Kaum Anshar tak Mau Masuk Rumah Kecuali Lewat Belakang

Kaum Anshar beranggapan masuk lewat pintu belakang berarti suatu kebajikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada masa lalu orang-orang Anshar banyak yang beranggapan memasuki rumah dengan lewat pintu belakang setelah mengerjakan ihram atau haji itu memiliki nilai kebaikan. Karena itu kaum Anshar apabila telah mengerjakan ihram atau haji maka mereka tidak mau lagi memasuki rumah dari pintu yang biasa melainkan mereka memilih masuk ke rumah dari pintu belakang karena itu dianggap sebagai suatu kebajikan.

Berkaitan dengan anggapan dan kebiasaan orang Anshar itu turunlah surat Al Baqarah ayat 189. 

Baca Juga

 

۞ يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

 

Ayat ini menerangkan bahwa kebajikan itu bukanlah menurut perasaan dan tradisi yang berbau khurafat, seperti memasuki rumah dari belakang atau dari atas, tetapi kebajikan itu ialah bertakwa kepada Allah, dan ditetapkan kepada mereka agar memasuki rumah dari pintunya.

 

Tentang turunnya ayat ini juga dapat ditemukan pada hadits Muslim nomor 5351:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ يَقُولَ كَانَتْ الْأَنْصَارُ إِذَا حَجُّوا فَرَجَعُوا لَمْ يَدْخُلُوا الْبُيُوتَ إِلَّا مِنْ ظُهُورِهَا قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَدَخَلَ مِنْ بَابِهِ فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةَ { وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا }

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu'bah. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar, teks milik Ibnu Al Mutsanna, keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dari Abu Ishaq berkata, Saya mendengar Barra` berkata, Dahulu orang-orang Anshar pergi haji lalu kembali, mereka tidak memasuki rumah-rumah kecuali dari belakang. Ia berkata, lalu datang seseorang dari penduduk Anshar kemudian ia masuk melalui pintunya lalu dikatakan kepadanya tentang masalah itu maka turunlah ayat ini, "Dan bukanlah (dari) kebajikan kalian memasuki rumah dari arah belakang." (Al-Baqarah: 189).

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id