Tafsir Surat Al Hajj Ayat 77: Selain Sholat, Orang Beriman Diseru Berbuat Baik

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 10 Aug 2022 07:12 WIB

Tafsir Surat Al Hajj Ayat 77: Selain Sholat, Orang Beriman Diseru Berbuat Baik Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika Tafsir Surat Al Hajj Ayat 77: Selain Sholat, Orang Beriman Diseru Berbuat Baik

Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk mengerjakan perbuatan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menerangkan orang beriman diseru untuk melaksanakan sholat, mereka juga diseru melakukan kebaikan kepada sesama manusia dan alam. Artinya orang beriman tidak hanya diseru sekadar hanya melakukan sholat, tapi juga diseru berbuat baik. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surah Al-Hajj Ayat 77.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ۩

Baca Juga

Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung. (QS Al-Hajj: 77)

Maksud ayat ini adalah orang beriman diperintahkan untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Mengetahui keadaan manusia. Wahai orang-orang yang beriman, karena kamu sudah membenarkan dan meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah, maka rukuk, sujud, dan beribadahlah kepada Tuhanmu dengan melaksanakan sholat wajib dan berbagai sholat sunnah. Sebagai dampak ketekunan beribadah tersebut, maka berbuatlah kebaikan kepada sesama manusia agar kamu beruntung dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar, pertama, mengerjakan sholat pada waktu-waktu yang telah ditentukan, lengkap dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Pada ayat ini sholat disebut dengan rukuk dan sujud, karena rukuk dan sujud itu merupakan ciri khas dari sholat dan termasuk dalam rukun-rukunnya.

Perintah kedua dalam ayat ini, menghambakan diri, bertobat kepada Allah, dan beribadah kepada-Nya merupakan perwujudan dari keimanan di hati sanubari yang telah merasakan kebesaran, kekuasaan dan keagungan Allah, karena diri manusia sangat tergantung kepada-Nya. Hanya Dialah yang menciptakan, memelihara kelangsungan hidup dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Beribadah kepada Tuhan ada yang dilakukan secara langsung, seperti sholat, puasa bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan menunaikan ibadah haji. Ada pula ibadah yang dilakukan tidak secara langsung, seperti berbuat baik kepada sesama manusia, tolong-menolong, mengolah alam yang diciptakan Allah untuk kepentingan manusia.

Perintah ketiga, mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik, seperti memperkuat hubungan silaturahim, berbudi pekerti yang baik, hormat menghormati, kasih-mengasihi sesama manusia. Termasuk melaksanakan perintah Allah. Jika manusia mengerjakan tiga macam perintah di atas, maka mereka akan berhasil dalam kehidupan memperoleh kebahagiaan ketenteraman hidup, dan di akhirat mereka akan memperoleh surga yang penuh kenikmatan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id

Berita Lainnya