Tafsir An-Nahl Ayat 106: Ancaman Bagi yang Ingkar kepada Allah Setelah Beriman

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 30 May 2022 06:07 WIB

Tafsir An-Nahl Ayat 106: Ancaman Bagi yang Ingkar kepada Allah Setelah Beriman Foto: ABC Tafsir An-Nahl Ayat 106: Ancaman Bagi yang Ingkar kepada Allah Setelah Beriman

Allah SWT menerangkan tentang ancaman keras terhadap riddah (murtad).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT memperingatkan orang-orang yang ingkar kepada-Nya setelah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mereka diancam akan mendapatkan kemurkaan Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surah An-Nahl Ayat 106.

مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖٓ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗوَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Baca Juga

Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar. (QS An-Nahl: 106)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan tentang ancaman keras terhadap riddah (murtad) yakni kufur kembali sesudah beriman, mengutamakan kesesatan dari petunjuk (hidayah)-Nya. Mereka mendapat kemurkaan dan azab Allah.

Kecuali mereka dalam kondisi terpaksa. Misalnya, mereka menyatakan murtad dengan lidah karena jiwanya terancam, namun hati mereka tetap penuh dengan keimanan kepada Allah SWT. Tidak ada dosa dan tuntutan hukum kepadanya, selama ia tetap beriman.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak dicatat amal umatku (karena) kekeliruan, lupa, dan mereka terpaksa." (Riwayat Ath-Thabrani dari Sauban)

Pada ayat selanjutnya, yakni Surah An-Nahl Ayat 107, dijelaskan sebab-sebab kemurkaan Allah kepada mereka yang benar-benar kembali kepada kekafiran sesudah beriman kepada-Nya.

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS An-Nahl: 107)

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan sebab-sebab kemurkaan Allah kepada mereka yang benar-benar kembali kepada kekafiran sesudah beriman. Mereka dianggap lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dengan segala kenikmatan yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan sudah teruji keimanannya dengan berbagai cobaan dan fitnah di dunia.

Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya bagi orang yang murtad bukan karena terpaksa. Di akhirat mereka mendapatkan siksaan yang pedih. Allah tidak akan memberi taufik kepada orang yang ingkar kepada ayat-ayatnya, dan orang yang telah sengaja menghilangkan kesediaan jiwanya untuk menerima kebaikan lalu menukarkannya dengan dosa dan kejahatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini