Tafsir Prof Quraish Soal Jumlah Penghuni Surga di Al-Waqiah

Red: Nashih Nashrullah

 Senin 25 Apr 2022 20:19 WIB

Dalam surah al-Waqiah sekilas berbeda jumlah penghuni surga dari kalangan umat terdahulu dan umat era sekarang. Foto ilustrasi Muslimah berdoa.  Foto: REPUBLIKA Dalam surah al-Waqiah sekilas berbeda jumlah penghuni surga dari kalangan umat terdahulu dan umat era sekarang. Foto ilustrasi Muslimah berdoa.

Dalam surah al-Waqiah sekilas berbeda jumlah penghuni surga.

REPUBLIKA.CO.ID,  Assalaamu 'alaikum wr wb.

Dalam surah al-Waaqi'ah ayat ke 13 dan 14, disampaikan bahwa orang-orang yang akan mendapatkan surga-Nya ialah ''... segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.''

Baca Juga

Tapi kemudian pada ayat ke 39 dan 40, masih di surah yang sama, dinyatakan bahwa orang-orang (golongan kanan) yang akan masuk surga ialah: ''Segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.'' Pertanyaan saya adalah mengapa terjadi perbedaan tentang jumlah manusia di zaman yang mendatang (setelah masa Rasulullah SAW?) yang akan masuk surga? Bagaimanakah penafsirannya.

Wassalam.

Abdullah

Jakarta Selatan

Jawaban oleh Prof Quraish Shihab, sebagaimana dikutip dari arsip Harian Republika:  

Pertama sekali perlu diperhatikan redaksi yang digunakan ayat-ayat di atas serta hubungannya dengan ayat-ayat yang sebelumnya. Ayat 13-14. Didahului uraian tentang tiga kelompok manusia, (ayat 7) yaitu apa yang diistilahkan oleh ayat 8 dengan Ashab Al-yamin, yakni penghuni surga, dan Ashab Asy-syimal yakni penghuni neraka (ayat 9) kemudian kelompok ketiga yaitu assabiqun (ayat 10) yang merupakan penghuni-penghuni surga yang mendapat kedudukan khusus di sisi Allah (ayat 11 dan 12) dan mereka itulah -bukan yang ditunjuk  ayat 8 yang dinyatakan bahwa mereka adalah segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang kemudian, yakni banyak dari umat nabi yang lalu dan sedikit dari umat Nabi Muhammad SAW, yang bersegera membenarkan rasul-rasul mereka. 

Bahwa yang lalu banyak, karena memang ratusan nabi dan rasul yang diutus Allah, sehingga kalau pun jumlah dari masing-masing yang bersegera mempercayai rasulnya sedikit, tetapi karena ayat ini berbicara tentang jumlah mereka semua maka sangat wajar jika mereka dianggap banyak. Adapun dari umat Muhammad maka jumlah yang bersegera mempercayai Nabi Muhammad SAW tidak banyak (sedikit).

Tiga belas tahun lamanya Nabi SAW berdakwah di Makkah, tetapi yang beriman tidak banyak. Bahwa sesudah itu banyak yang memeluk ajaran yang disampaikan  Nabi Muhammad SAW, bahkan boleh jadi lebih banyak dari umat-umat sebelumnya, memang harus diakui dan itulah yang dimaksud oleh ayat 40. Karena itu Anda baca ayat 38 tidak lagi berbicara tentang As-sabiqun tetapi menjelaskan tentang Ashab Alyamin, dan mereka itulah yang disebut sebagai ''segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

Dengan demikian tidak ada perbedaan dalam informasi ayat itu, karena objek pembicaraannya berbeda. Ayat 11 dan 12 adalah As-sabiqun, sedang ayat 39 dan 40 adalah ashab Al-yamin. Memang keduanya penghuni surga, tetapi yang pertama sangat istimewa karena amat didekatkan Allah ke sisi-Nya, sedang yang kedua tidak mencapai derajat itu. Demikian wallahu a’lam.

sumber : Harian Republika
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id