Jumat 10 Jul 2026 07:02 WIB

Tidak Ada Ujian yang Salah Alamat

Apa yang terasa berat belum tentu berada di luar batas kekuatan.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Jamaah membaca Al-Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sejumlah umat muslim, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah dengan membaca Al-Quran dan berdzikir di masjid sebagai upaya memperbaiki diri pada bulan suci.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Jamaah membaca Al-Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sejumlah umat muslim, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah dengan membaca Al-Quran dan berdzikir di masjid sebagai upaya memperbaiki diri pada bulan suci.

JAKARTA — Ada kalanya hidup menghadapkan seseorang pada hari-hari yang terasa begitu berat. Tanggung jawab datang bersamaan, harapan belum kunjung menjadi kenyataan, sementara tenaga dan pikiran seolah mencapai batasnya. Dalam keadaan seperti itu, tidak sedikit orang yang diam-diam bertanya di dalam hati, "Apakah aku benar-benar sanggup melewati semua ini?"

Pertanyaan semacam itu sesungguhnya bukan tanda lemahnya iman, melainkan bagian dari fitrah manusia. Namun, Alquran mengajarkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada ukuran yang ditetapkan dengan penuh hikmah. Allah Yang Maha Mengetahui tidak pernah keliru menimbang kemampuan hamba-Nya. Apa yang terasa berat menurut pandangan manusia belum tentu berada di luar batas kekuatan yang telah Allah anugerahkan kepadanya.

Baca Juga

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā. Lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat. Rabbanā lā tu'ākhidznā in nasīnā aw akhtha'nā. Rabbanā wa lā tahmil 'alainā ishran kamā hamaltahū 'alal-ladzīna min qablinā. Rabbanā wa lā tuhammilnā mā lā thāqata lanā bih. Wa'fu 'annā waghfir lanā warhamnā. Anta maulānā fanshurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia memperoleh pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan menanggung akibat dari kejahatan yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.'"

Asbabun Nuzul

Ayat ini merupakan penutup Surah Al-Baqarah dan turun berkaitan dengan ayat sebelumnya, yakni Surah Al-Baqarah ayat 284. Dalam riwayat sahih yang diriwayatkan Imam Muslim, ketika Allah menurunkan ayat yang menyatakan bahwa segala isi hati manusia akan dihisab, para sahabat merasa sangat khawatir. Mereka datang kepada Rasulullah ﷺ seraya mengatakan bahwa mereka sanggup melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan jihad, tetapi merasa tidak mampu mempertanggungjawabkan lintasan hati yang terkadang muncul di luar kehendak mereka.

Rasulullah ﷺ tidak memerintahkan mereka untuk berdebat atau mempertanyakan ketetapan Allah. Beliau justru mengajarkan agar mereka berkata, *"Kami mendengar dan kami taat. Kami memohon ampun kepada-Mu, wahai Tuhan kami."* Setelah para sahabat menunjukkan kepatuhan dan ketundukan itu, Allah menurunkan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah sebagai kabar gembira bahwa Dia tidak membebani seorang hamba melampaui kesanggupannya.

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan potongan kalimat "Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā" memiliki sebab turun yang berdiri sendiri. Kalimat tersebut merupakan bagian dari rangkaian penegasan Allah tentang keluasan rahmat-Nya kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi