REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah Muhammad SAW juga mendapatkan al-khullah (kedudukan sebagai kekasih pilihan Allah).
Selain Rasulullah SAW sosok yang diangkat sebagai khalil adalah Nabi Ibrahim alaihissalam.
Kemuliaan itu tampak begitu jelas melalui berbagai keutamaan yang Allah SWT karuniakan kepada Rasulullah SAW.
Keutamaan-keutamaan tersebut tidak terhitung jumlahnya, berikut ini sejumlah keistimewaan yang diberikan keepada Rasulullah SAW:
Pertama, kedudukan yang sangat mulia
Al-Hafizh Ibnu Hajar, ketika menjelaskan tentang Baiat Ridwan, mengatakn bahwa sebab terjadinya baiat itu adalah karena Nabi SAW mengutus Utsman bin Affan untuk memberitahukan kepada kaum Quraisy bahwa beliau datang hanya untuk menunaikan umrah, bukan untuk berperang.
Ketika Utsman belum kembali, tersebar kabar bahwa kaum musyrikin telah menyerangnya. Mendengar berita itu, kaum Muslimin bersiap menghadapi peperangan. Lalu Nabi SAW membaiat mereka di bawah sebuah pohon agar mereka tidak melarikan diri dari medan perang.
“Menurut riwayat lain, kabar yang beredar saat itu menyebutkan bahwa Utsman telah terbunuh, dan itulah yang menjadi sebab berlangsungnya baiat tersebut,” tulis Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari.
Ayat yang menjelaskan baiat itu adalah firman Allah SWT:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ يَدُ ٱللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَاا عَـٰهَدَ عَلَيْهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا ١٠
“Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar. (QS al-Fath: 10)