Rabu 13 May 2026 07:38 WIB

Warning Keras dari Allah Buat yang Punya Iman Musiman

Allah mengirim paceklik hebat ke Makkah yang menyiksa kaum kafir Quraisy.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi tadabur Alquran.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi tadabur Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada manusia yang sangat rajin berdoa ketika hidupnya runtuh. Saat sakit datang, usaha bangkrut, keluarga bermasalah, atau hati dipenuhi ketakutan, ia mendadak menjadi dekat dengan Tuhan. Lisannya basah oleh doa. Air matanya mengalir deras. Ia merasa begitu membutuhkan Allah.

Tetapi ketika hidup kembali tenang, perlahan ia berubah. Doa mulai jarang. Sujud tak lagi panjang. Hatinya kembali sibuk mengejar dunia. Tuhan hanya dicari saat keadaan darurat.

Baca Juga

Alquran ternyata sudah lama berbicara tentang manusia seperti ini.

Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 12, Allah mengabadikan sebuah doa yang sangat menyentuh:

رَّبَّنَا ٱكْشِفْ عَنَّا ٱلْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

rabbanaksyif ‘annal-‘ażāba innā mu`minụn

“Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.” (QS Ad-Dukhan: 12)

Ayat ini bukan muncul dalam suasana tenang. Ia lahir dari kepanikan besar kaum Quraisy di Makkah.

Menurut tafsir-tafsir otoritatif seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, dan Tafsir Al-Qurthubi, ketika kaum Quraisy terus menolak dakwah Nabi Muhammad, menyiksa kaum Muslimin, dan berlaku sombong terhadap kebenaran, Rasulullah kemudian berdoa agar mereka diberi pelajaran.

Allah pun menurunkan paceklik hebat di Makkah. Hujan berhenti turun. Makanan menghilang. Kelaparan menyebar ke mana-mana. Orang-orang begitu lapar sampai pandangan mereka kabur dan langit terlihat seperti dipenuhi asap. Dari sinilah muncul istilah dukhan, kabut atau asap, yang menjadi nama surah ini.

Dalam kondisi itulah orang-orang Quraisy mulai runtuh kesombongannya. Mereka yang sebelumnya mengejek Nabi, kini mulai memohon kepada Allah. Mereka berkata:

“Ya Tuhan kami, angkat azab ini. Kami akan beriman.”

Kalimat itu terdengar sangat indah. Sangat tulus. Sangat menyentuh. Tetapi Alquran kemudian membuka sesuatu yang jauh lebih dalam tentang sifat manusia.

Setelah penderitaan mereka diangkat, sebagian besar Quraisy justru kembali ingkar. Mereka kembali memusuhi Nabi. Kembali tenggelam dalam kesombongan yang sama.

Allah lalu menurunkan peringatan yang sangat keras:

“Sesungguhnya jika Kami hilangkan azab itu sedikit saja, pasti kalian akan kembali ingkar.”

(QS Ad-Dukhan: 15)

Di sinilah letak salah satu pelajaran paling tajam dalam Alquran: tidak semua tangisan saat musibah lahir dari iman yang sejati.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement