REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustadz Abdul Karim Malik, Alumni Al Falah Ploso Kediri, Pengurus LBM PCNU Kabupaten Bekasi dan Tenaga Pengajar Pondok Pesantren YAPINK Tambun-Bekasi
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَوْضَحَ لَنَا شَرَائِعَ دِيْنِهِ، وَمَنَّ عَلَيْنَا بِتَنْزِيلِ كِتَابِهِ، وَأَمَدَّنَا بِسُنَّةِ رَسُولِهِ، فَلِلّٰهِ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنْ هِدَايَتِهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ مُبَيِّنًا عَلَى رِسَالَةِ الرَّحْمَنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَي وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى. أَمَّا بَعْدُ
فَيَاعِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِِلَّا الَّذِینَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Mengawali khutbah Jumat siang hari ini khatib berwasiat kepada seluruh jamaah sekalian terutama untuk diri khatib pribadi agar selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ta'ala, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana kita telah dididik di bulan Ramadhan yang telah lalu untuk menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surat Al-Baqarah ayat 183).
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Meraih ketakwaan tidaklah bisa kecuali dengan konsisten terus menjalankannya. Sebab konsisten merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup termasuk dalam hal ibadah. Karena ibadah terbaik adalah ibadah yang disertai konsistensi dalam menjalaninya. Sebagaimana beliau nabi Muhammad saw pernah bersabda:
إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya, “Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit.” (Riwayat Imam Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut kita mengetahui, konsistensi dalam melakukan suatu amal merupakan pengantar untuk menjadikan amal tersebut menjadi yang terbaik. Karenanya penting bagi kita untuk melestarikan kebaikan kebaikan yang kita lakukan, terlebih setelah kita melalui sekian kebaikan di bulan yang lalu yakni bulan Ramadhan. Jangan sampai amal kebaikan tersebut juga berhenti ketika Ramadhan telah usai, karena amal yang tidak disertai dengan sikap konsisten tidak akan berarti apa apa.