Rabu 27 Mar 2024 23:49 WIB

Hikmah Turunnya Alquran Secara Berangur – angsur pada Peristiwa Nuzulul Quran

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting yang dirasakan oleh umat Nabi Muhammad SAW.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Nuzulul Quran
Foto: Foto : MgRol_93
Ilustrasi Nuzulul Quran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting yang dirasakan oleh umat Nabi Muhammad SAW. Karena peristiwa tersebut merupakan pertama kali turunnya Alquran secara berangsur – angsur sekaligus sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW. Turunnya Alquran secara berangsur – angsur juga memiliki hikmah di dalamnya.

Hikmah dari peristiwa Nuzulul Quran telah dijelaskan pada surat Al Furqan ayat 32 yang berbunyi,

Baca Juga

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْاٰنُ جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا

Arab Latin : Wa qālal-lażīna kafarū lau lā nuzzila ‘alaihil-qur'ānu jumlataw wāḥidatan - każālika - linuṡabbita bihī fu'ādaka wa rattalnāhu tartīlā(n).

Artinya : “Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah,531) agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar).”

Menurut tafsir tahlili Kemenag, berdasarkan ayat tersebut terdapat beberapa hikmah atas peristiwa Nuzulul Quran, sebagai berikut :

1. Nabi Muhammad SAW sering berjumpa dengan malaikat Jibril sehingga banyak menerima nasihat untuk menambah semangat, kesabaran, dan ketabahan dalam menunaikan risalah-Nya.

2. Karena Nabi Muhammad SAW tidak dapat membaca dan menulis (ummi) maka seandainya Alquran itu diturunkan sekaligus, tentu ia akan kesulitan untuk menghafalnya.

3. Supaya hafalannya lebih mantap, sempurna, dan terhindar dari segala kelalaian.

4. Seandainya Alquran itu diturunkan sekaligus, tentu syariat - syariatnya pun diturunkan sekaligus. Hal tersebut akan mengakibatkan banyak kesulitan. Akan tetapi, karena turunnya berangsur-angsur maka syariat pun diberlakukan secara berangsur-angsur sehingga mudah dilaksanakan, baik oleh Nabi maupun umatnya.

5. Karena turunnya Alquran banyak berkaitan dengan sebab-sebab turunnya seperti adanya berbagai pertanyaan, peristiwa, atau kejadian, maka turunnya secara bertahap lebih berkesan dalam hati para sahabat karena mereka bisa menghayatinya peristiwa demi peristiwa.

6. Kalau dengan turunnya Alquran secara berangsur-angsur saja mereka tidak mampu mengikuti ajaran di dalam Alquran walaupun satu ayat, apalagi jika diturunkan sekaligus.

7. Sebagian hukum syariat Islam turun sesuai dengan perkembangan umat muslim pada waktu itu. Kemudian setelah mereka bertambah cerdas dan mantap keimanannya, barulah diterapkan syariat Islam yang lebih sempurna dengan ayat-ayat Alquran yang turun berikutnya. Seandainya Alquran diturunkan sekaligus tentu hal demikian itu tidak mungkin terjadi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement