Senin 18 Mar 2024 06:01 WIB

Akan Datang Masa Ketika Manusia tak Peduli Harta Halal atau Haram

Dalam Islam, menjaga kehalalan adalah kewajiban yang sangat ditekankan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Bahaya Uang Haram (ilustrasi)
Foto: republika
Bahaya Uang Haram (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin telah memberikan pedoman yang jelas tentang apa yang halal dan haram dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini tidak hanya berlaku pada makanan dan minuman, tetapi juga dalam segala aspek kehidupan manusia.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan terkait hal tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga

((يأتي على الناس زمان لا يبالي المرء ما أخذ منه، أمن الحلال أم الحرام))؛ رواه البخاري

"Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika) seseorang tidak lagi mempedulikan halal atau haramnya harta yang dia ambil. (HR. Bukhari)

BACA JUGA: Bacaan Dzikir Pagi Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya

Dalam Islam, menjaga kehalalan dan menjauhi yang haram adalah kewajiban yang sangat ditekankan. Nabi Muhammad SAW telah menekankan pentingnya hal ini dalam berbagai haditsnya, yang menunjukkan bahwa setiap muslim harus berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi serta barang-barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

- يا أيُّها النَّاسُ إنَّ اللَّهَ طيِّبٌ لا يقبلُ إلَّا طيِّبًا ، وإنَّ اللَّهَ أمرَ المؤمنينَ بما أمرَ بِه المرسلينَ فقالَ يَا أيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ وقالَ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ قالَ وذَكرَ الرَّجلَ يُطيلُ السَّفرَ أشعثَ أغبرَ يمدُّ يدَه إلى السَّماءِ يا ربِّ يا ربِّ ومطعمُه حرامٌ ومشربُه حرامٌ وملبسُه حرامٌ وغذِّيَ بالحرامِ فأنَّى يستجابُ لذلِك

"Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah ta'ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya: 'Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah.' Dan Dia berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian.' Kemudian beliau SAW menyebutkan ada seseorang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: 'Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (dalam kondisi demikian) bagaimana doanya akan dikabulkan.'" (HR Muslim)

Hadits tersebut memberi penegasan bahwa Allah...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement