Kamis 07 Mar 2024 20:09 WIB

Alquran Ungkap Sifat Yahudi Suka Buat Onar, 3 Fakta Era Rasulullah SAW Ini Jadi Bukti

Bangsa Yahudi kerap membuat fitnah di kalangan masyarakat

Rep: Mabruroh / Red: Nashih Nashrullah
Yahudi Israel (ilustrasi). Bangsa Yahudi kerap membuat fitnah di kalangan masyarakat
Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Yahudi Israel (ilustrasi). Bangsa Yahudi kerap membuat fitnah di kalangan masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu karakter Yahudi adalah suka merusak dan mengobarkan fitnah serta peperangan. Mereka juga suka memecah-belah  dan licik demi keuntungan kaum mereka, dan hal tersebut sudah mereka lakukan ribuan tahun yang lalu sebelum Islam datang.

Bahkan telah disebutkan dalam Alquran bahwa Yahudi merupakan kaum yang dilaknat Allah SWT karena kejelekan perbuatan mereka yang suka mengadu domba, berbuata kerusakan, perbuatan kotor, keji, hingga peperangan. 

Baca Juga

Alquran juga telah menyampaikan sifat-sifat orang Yahudi, salah satunya dalam surat Al-Maidah ayat 64. 

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌ ۗغُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْا ۘ بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰننِۙ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاۤءُۗ وَلَيَزِيْدَنَّ  كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۗ وَاَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۗ كُلَّمَآ اَوْقَدُوْا نَارًا لِّلْحَرْبِ اَطْفَاَهَا اللّٰهُ ۙوَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًاۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ 

“Dan orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu.” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki, Dan (Alquran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka.

Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Maidah ayat 64).

Berikut ini daftar peperangan yang dipicu oleh kelicikan kaum Yahudi di zaman Rasulullah SAW. 

Pertama, Perang Bu’ats (Suku Auz dan Suku Khazraj yang diadudomba oleh Yahudi)

Sebelum Rasulullah SAW Hijrah, di madinah terdapat dua suku yang tidak pernah berdamai selama 120 tabun lamanya.

Dua suku ini yakni suku Auz dan suku Khazraj dan masing-masing memiliki jumlah kelompok yang sama banyaknya. Keduanya memegang kekuasaan di Madinah, namun situasi berbeda ketika bangsa Yahudi datang.

Dipimpin oleh tetua Yahudi Syasy bin Qais yang selalu menghembuskan  angin kebencian di antara kedua suku, mengaku domba keduanya, hingga meletusnya Perang Bu'ats.

Suku Auz didukung oleh kaum Yahudi dari Bani Nadhir dan Bani Qainuqoh, sedangkan suku Khazraj dibantu oleh yahudi dari Bani Quraizhah.

Dari peperangan tersebut, kedua belah pihak banyak jatuh korban jiwa termsuk sebagian pemimpin mereka.

Mereka kemudian sadar dan lelah dengan permusuhan yang tanpa henti yang diakibatkan oleh fitnah kaum Yahudi. Sehingga keduanya sepakat untuk mencari pemimpin yang dapat mewujudkan perdamaian dan keharmonisan di Madinah.

Hampir saja mereka menunjuk Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai raja mereka, namun hidayah Allah SWT datang dan kedua suku tersebut sepakat menjadikan Rasulullah saw menjadi pemimpin mereka.

Tetapi fitnah Yahudi tidak berhenti begitu saja. Ketika Rasulullah saw sudah berhijrah ke Madinah, dan kedua suku sudah berdamai, tetua Yahudi Syasy bin Qais tak pernah senang melihat kedamaian itu. Hingga dia mencoba menghembuskan kembali fitnah di antara kedua suku itu.

Ia memerintahkan seorang pemuda yahudi untuk ikut menimbrung pada obrolan santai kedua suku itu, dengan sedikit-sedikit menyebut tentang kehebatan Khazraj atas Aus dalam Perang Bu'ats.

Ia terus mengungkit-ungkit kembali hari kemenangan Suku Khazraj dan kekalahan memalukan dari suku Aus. Pemuda yahudi itu bahkan menyanyikan lagu-lagu permusuhan yang sudah biasa dilantunkan prajurit Khazraj saat memerangi Aus.

Maka dari obrolan santai yang mengalir itu terjadilah saling adu mulut. Keduanya menyatakan siap berkelahi, sementara pendukung masing-masing berupaya mengumpulkan kekuatan. Seorang sahabat kemudian melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW dan Nabi SAW segera mendatangi dan mendamaikan mereka.

Perang 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement