Jumat 09 Feb 2024 00:43 WIB

Jangan Coba Lakukan, Ini Ancaman Bagi Penyebar Hoaks

Dilarang bagi orang mukmin menyebarkan berita hoaks atau berita bohong.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi hoax
Foto: Mgrol101
Ilustrasi hoax

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang pencoblosan pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden 14 Februari 2024, berita hoaks kian marak tersebar di masyarakat, terutama di media sosial. Derasnya berita hoaks membuatnya sulit dikendalikan sehingga kebenaran pun menjadi kabur.

Orang-orang sulit memilah mana informasi yang sesungguhnya dan yang bohong. Mengenai kasus menyebarkan berita hoaks, Allah Swt telah melarangnya. Ancaman bagi penyebar berita hoaks pun tidak main-main besarnya, yaitu berupa adzab yang sangat pedih.

Baca Juga

Allah berfirman dalam Surah an-Nuur ayat 19:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Innal-lażīna yuḥibbūna an tasyī‘al-fāḥisyatu fil-lażīna āmanū lahum ‘ażābun alīm(un), fid-dun-yā wal-ākhirah(ti), wallāhu ya‘lamu wa antum lā ta‘lamūn(a).

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Hamka dalam Tafsir Al-Azhar Jilid 6 menjelaskan maksud dari ayat tersebut. Menurut Hamka, ayat tersebut sudah jelas bahwa dilarang bagi orang mukmin menyebarkan berita hoaks atau berita bohong. Hamka menyebut mereka bukanlah orang yang beriman sejati.

Bahkan seandainya berita keburukan itu benar adanya agar menutupinya. Allah sangat melarang menggunakan berita hoaks dijadikan alat menambah kekacauan.

Masyarakat sudah merasakan dampak...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement