Kamis 07 Dec 2023 12:01 WIB

Hikmah Banyaknya Gunung di Indonesia

Indonesia secara geografis berada di wilayah lingkaran api pasifik.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Seorang petani merawat sawahnya saat Gunung Marapi memuntahkan material vulkanik ke udara di Agam, Sumatera Barat, Indonesia, Rabu (6/12/2023). Tim penyelamat sedang mencari seorang pendaki wanita yang terjebak dalam letusan gunung berapi di akhir pekan yang menewaskan hampir dua belas pendaki dan melukai beberapa lainnya.
Foto: AP Photo/Ardhy Fenando
Seorang petani merawat sawahnya saat Gunung Marapi memuntahkan material vulkanik ke udara di Agam, Sumatera Barat, Indonesia, Rabu (6/12/2023). Tim penyelamat sedang mencari seorang pendaki wanita yang terjebak dalam letusan gunung berapi di akhir pekan yang menewaskan hampir dua belas pendaki dan melukai beberapa lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia secara geografis berada di wilayah lingkaran api pasifik atau yang disebut cincin api pasifik. Karena ada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia di wilayah Indonesia, yakni lempeng Indo-Austalia, Eurasia, dan Pasifik. 

Pertemuan tiga lempeng itu yang membuat di wilayah Indonesia terdapat banyak gunung berapi. Sebagaimana diketahui, Alquran banyak menyebut gunung di dalam ayatnya. Keberadaan gunung dan manfaatnya adalah tanda yang nyata dari kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semseta.

Baca Juga

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah KH Masyhuril Khamis menyampaikan bahwa gunung disebut oleh Allah SWT dalam banyak firman yang sebagai bentuk kekuasaan-Nya. Allah SWT telah menyebutkan beberapa manfaat dari gunung di antaranya sebagai pasak bumi agar lebih kokoh. 

Kiai Masyhuril menyampaikan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surah an-Naba' ayat 6 dan 7.

 

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ

Artinya: Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS An-Naba' Ayat 6-7).

Ia menerangkan bahwa dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah jadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk mengokohkan bumi. Sehingga bumi tidak bergoyang karena guncangan-guncangan yang ada di bawahnya.

Dalam surah an-Nahl Ayat 81 dan Surat Fatir Ayat 27, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّمَّا خَلَقَ ظِلٰلًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْجِبَالِ اَكْنَانًا وَّجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيْلَ تَقِيْكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيْلَ تَقِيْكُمْ بَأْسَكُمْ ۚ  كَذٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُوْنَ

Artinya: Allah menjadikan tempat bernaung bagi kamu dari apa yang telah Dia ciptakan. Dia menjadikan bagi kamu tempat-tempat tertutup (gua dan lorong-lorong sebagai tempat tinggal) di gunung-gunung. Dia menjadikan pakaian bagimu untuk melindungimu dari panas dan pakaian (baju besi) untuk melindungimu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya) (QS An-Nahl Ayat 81).

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ ۢبِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ 

Artinya: Tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, lalu dengan (air) itu Kami mengeluarkan hasil tanaman yang beraneka macam warnanya. Di antara gunung-gunung itu ada bergaris-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat (QS Fatir Ayat 27).

Kiai Masyhuril menjelaskan, manfaat dari gunung tidak terbatas pada apa yang tersurat dalam Alquran saja. Banyak sekali ayat kauniah yang mengandung banyak sekali keajaiban.

"Namun, hanya bisa dilihat dan disaksikan oleh mereka yang berilmu saja," kata Kiai Masyhuril kepada Republika.co.id, Kamis (7/12/2023)

Pada Al-Hasyr Ayat 2 dijelaskan bahwa Allah berfirman, "Ambillah pelajaran dari kejadian itu, wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati. 

هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ 

Artinya: Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadir) dari kampung halaman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar. Mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati). (QS Al-Hasyr Ayat 2)

Masyarakat di Indonesia yang tinggal di wilayah yang terdapat banyak gunung api harus menyadari bahwa gunung-gunung tersebut bisa saja menimbulkan gempa atau meletus jika Allah SWT berkehendak. Maka masyarakat Indonesia ketika melihat gunung seharusnya ingat yang menciptakan gunung adalah Allah, sehingga semakin beriman dan bertakwa kepada Allah.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement