Senin 04 Dec 2023 11:50 WIB

Kehebatan Alquran Menjelaskan Fungsi Bintang di Langit

Allah menjadikan bintang-bintang untuk manusia.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Allah menjadikan bintang-bintang untuk manusia. Foto:  Antariksa (ilustrasi)
Foto: Reuters
Allah menjadikan bintang-bintang untuk manusia. Foto: Antariksa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran sejak belasan abad yang lalu telah menjelaskan bahwa bintang-bintang dapat dijadikan petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut. Masyarakat zaman dulu menggunakan bintang-bintang sebagai petunjuk arah dan petunjuk pergantian musim yang sangat akurat. Tafsir dari Surat Al-An‘am Ayat 97 ini menjelaskan secara terperinci, bagaimana bintang-bintang dapat jadi petunjuk pergantian musim dan arah. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Baca Juga

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ 

Dialah yang menjadikan bagimu bintang-bintang agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan (yang pekat) di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui. (QS Al-An‘am Ayat 97).

 

Ayat ini dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama dan Ibnu Katsir adalah bahwa Allah menjelaskan tentang kegunaan benda-benda langit lainnya, yaitu benda-benda langit selain matahari dan bulan. Yakni, bintang-bintang yang digunakan oleh manusia sebagai penunjuk waktu, musim, serta arah di waktu malam. 

Bintang dijadikan sebagai penunjuk waktu dengan cara melihat terbit dan tenggelamnya kelompok-kelompok bintang itu. Sebagai tanda waktu, diambil sebagai pedoman bahwa pada tanggal 21 Maret tiap-tiap tahun matahari bersama-sama tenggelam dengan Aries pada jam 6.00 sore (18.00). Seterusnya tiap-tiap bintang itu tenggelam lebih dahulu dari matahari sekitar 1 derajat atau 4 menit. 

Yang dimaksud dengan bintang-bintang penunjuk waktu di sini adalah bintang-bintang tetap (fixed stars), yaitu bintang-bintang yang bersinar sendiri dan mempunyai rasi (konstelasi) yang tetap, bukan bintang-bintang yang bergerak (planet, as-sayarat) karena bintang-bintang ini selalu berkelana di antara konstelasi-konstelasi bintang yang lain. Sebagai penunjuk musim, dapat diketahui dari kedudukan matahari di antara bintang-bintang tetap itu (manzie). 

Bintang Petunjuk Pergantian Musim

Untuk mudahnya dapat dilihat pada saat matahari terbenam. Jika matahari terbenam bersama-sama dengan rasi Hamal (Aries), berarti saat itu tanggal 21 Maret musim semi sudah mulai tiba. Jika matahari terbenam bersama-sama dengan Saratan (Cancer) saat itu tanggal 21 Juni, musim panas telah mulai tiba. 

Jika matahari tenggelam bersama-sama dengan rasi Mizan (Libra), berarti saat itu tanggal 23 September, musim gugur mulai tiba. Jika matahari tenggelam bersama-sama rasi Jadyu (Capricornus) berarti saat itu tanggal 22 Desember, musim dingin sudah mulai tiba. 

Musim-musim ini berlaku bagi negeri-negeri di belahan bumi Utara Khatulistiwa, sedang untuk negeri-negeri di belahan bumi Selatan Khatulistiwa berlaku sebaliknya. 

Bintang-bintang sebagai penunjuk arah yang biasa dipergunakan orang adalah bintang-bintang tetap di luar mintaqatul buruj (Zodiac) yaitu bintang salib selatan (as-Salibul Januby Crux) yaitu dengan jalan menarik garis lurus dari gamma cruxis ke alpha cruxis dan memotong ufuk. Titik perpotongan ialah titik selatan. 

Bintang biduk atau beruang besar (ad-Dubbul Akbar, Ursa Mayor) yaitu dengan jalan menarik garis lurus dari beta ursaayorise melalui alpha ursae mayoris dan memotong ufuk. Titik perpotongan itulah utara. Lebih lanjut uraian ilmiah tentang manfaat bintang-bintang adalah sebagai berikut.

Rasi Bintang Penunjuk Arah Para Pelaut Kuno

Bintang-bintang dijadikan petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut, memiliki makna bahwa bintang-bintang dapat digunakan sebagai indikator navigasi dalam perjalanan, pengembaraan dan pelayaran. Dalam sejarah peradaban manusia, para pelaut dari bangsa-bangsa Viking, Romawi, Yunani, Arab, Spanyol, Portugis telah menggunakan pengetahuan mereka tentang posisi rasi-bintang sebagai indikator navigasi dalam pelayaran mereka yang jauh. 

Rasi Bintang Salib-Selatan (Southern Cross) telah digunakan oleh para pelaut Inggris sebagai indikator navigasinya. 

Dalam bahasa ilmiah, indikator navigasi yang menggunakan atau berbasis pada posisi bintang-bintang di langit ini disebut stellar navigation. Stellar navigation juga telah digunakan oleh para pengembara darat untuk menentukan arah perjalanannya. Dalam dunia modern sekarang ini, ternyata stellar navigation juga telah digunakan oleh pesawat antariksa, seperti jenis pesawat Ulang-alik (Space Shuttle): Columbia, Challenger, dan Enterprise. 

Kegunaan lain bintang-bintang itu adalah sebagai penunjuk arah kiblat, letak Kota Makkah persis di sebelah selatan Kota Medinah. 

Allah menjelaskan kekuasaan-Nya dalam menciptakan langit, bumi serta segala isinya dan segala macam bentuk kehidupan serta tata hukum yang berlaku untuknya secara terperinci. 

Penjelasan ini dimaksudkan, bahwa dengan meneliti keagungan ciptaan Tuhan tersebut, pikiran manusia menjadi terbuka untuk menerima keyakinan tentang adanya Pencipta langit, bumi serta segala isinya serta kekuasaan yang dimiliki-Nya. 

Pada akhir ayat ini Allah menyebutkan bahwa penjelasan yang diberikan secara terpeinci itu ditujukan kepada orang-orang yang mempunyai pikiran yang bersih dan terpelihara dari pengaruh-pengaruh hawa nafsu, yaitu orang-orang yang meneliti benda-benda alam secara murni, terlepas dari tujuan-tujuan tertentu yang menjurus kepada kepentingan pribadi, golongan dan fanatik kebangsaan. Orang-orang yang meneliti benda-benda alam secara murni itulah yang akan dapat menemukan jawaban rahasia kejadian alam semesta yang menghantarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tafsir Ibnu Katsir

Dialah (Allah SWT) yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. 

 

Sebagian ulama salaf mengatakan, "Barang siapa yang mempunyai keyakinan terhadap bintang-bintang tersebut selain dari ketiga fungsi yang akan disebutkan, berarti dia keliru dan dusta terhadap Allah SWT. Yaitu Allah menjadikan bintang sebagai hiasan langit, sebagai perajam untuk setan-setan, dan sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut."

 

Firman Allah, "Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami)." 

 

Artinya, Kami jelaskan dan Kami terangkan tanda-tanda kebesaran Kami itu. Kepada orang-orang yang mengetahui. Yakni kepada orang-orang yang berakal dan mengetahui kebenaran serta menjauhi kebatilan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement