Ahad 19 Nov 2023 08:55 WIB

Empat Keutamaan Memuliakan Tetangga

Memuliakan tetangga tanda punya iman.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi: Meniru Akhlak Rasulullah: Jadilah Tetangga yang Baik!
Foto: pxhere
Ilustrasi: Meniru Akhlak Rasulullah: Jadilah Tetangga yang Baik!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Setiap Muslim diperintahkan untuk menghormati dan memuliakan tetangganya. Ini adalah ajaran Islam yang agung dan akhlak Rasulullah SAW. Kepada setiap tetangganya, Rasulullah SAW senantiasa menghormati, memuliakan, memberikan kebahagiaan. 

Dan jangan sekali-kali seorang Muslim menyakiti hati tetangganya dengan menghardiknya,  menggunjingnya, memfitnahnya, dan mengambil milik tetangga secara zalim. 

Baca Juga

Maka bila tidak dapat membahagiakan tetangga, bersedekah semisal memberi makanan, maka minimal jangan sampai menyakiti tetangga dengan perkataan ataupun perbuatan. 

Berikut ini beberapa sabda Rasulullah SAW agar umatnya memuliakan tetangga.

1)Memuliakan tetangga tanda punya iman  

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِر فَلَايُؤْذِجَارَهُ. وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِفَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ .وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِفَلْيَقُلْ خَيْرًاأَوْلِيَسْكُتْ .

Rasulullah ﷺ  bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat), maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari).

2) Kedekatan Allah dengan orang yang berbuat baik dengan tetangganya 

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَيْرُ الْاَصْحَابِ عِنْدَاللَّهُ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ,وَخَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَاللَّهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik teman di sisi Allah Ta’ala ialah mereka yang paling baik kepada temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah Ta’ala ialah yang paling baik terhadap tetangganya.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

3)Peduli terhadap tetangga tanda iman

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَااَمَنَ بِى مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جَائِعٌ اِلَى جَنْبِهِ وَهُوَيَعْلَمُ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah beriman kepada-Ku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sedang tetangganya kelaparan sampai kelambungnya, padahal ia (orang yang kenyang) mengetahui.” (HR. Thabarani).

4)Memberi keamanan tetangga jadi sebab seorang Muslim masuk surga

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : لَا يَسْتَقِيْمُ اِيْمَانُ عَبْدٍحَتَّى يَْتَقِيْمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيْمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ لِسَانُهُ. وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَتَّى يَأْمَنَ جَارُهُ بَوَائِقَهُ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak lurus iman seorang hamba sehingga lurus pula hatinya. Dan tidak lurus hatinya sehingga lurus lisannya, dan ia tidak masuk surga sehingga tetangganya aman dari bahayanya (kecelakaan yang ditimbulkan olehnya).” (HR. Ahmad)

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement