Rabu 15 Nov 2023 17:43 WIB

Sosok yang Mengoreksi Penyimpangan Akidah Yahudi Ratusan Tahun Ini Diabadikan Alquran   

Uzair meluruskan kembali keyakinan Yahudi yang keliru ratusan tahun

Ilustrasi Yahudi. Uzair meluruskan kembali keyakinan Yahudi yang keliru ratusan tahun
Foto:

Sahabat Ibnu Abbas juga menyebut Uzair sebagai penghafal Taurat, seorang yang shalih dan sangat bijaksana. Uzair menjadi rujukan setiap masyarakat Yahudi pada zamannya. Allah telah menunjukkan keagungan-Nya dengan kisah Uzair. "Tidak ada yang lebih hafal dan mengerti kitab Taurat daripada Uzair," ujar Ibnu Abbas. 

Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya menafsirkan ayat 259 surah Al-Baqarah tersebut cukup perinci. Diceritakan pula saat hidup kembali di tengah masyarakat, Uzair pun menulis ulang kitab suci Taurat.

Ia duduk dibawah naungan pohon sambil dikelilingi anak-anak Bani Israil, menulis skrip Taurat bagi masyarakat. ''Jadi itu adalah sebagaimana Firman Allah, 'Kami menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia' (Al-Baqarah 259). Artinya, untuk Bani Israil, ia (Uzair) duduk di antara anak-anak dan pria tua, sementara ia merupakan seorang pemuda. Ia meninggal (tidur) dalam usia 40 tahun, dan Allah membangkitkannya pada usia yang sama di hari kematiannya,'' tulis Ibnu Katsir menukil ucapan Ibnu Abbas.

Disebutkan pula dalam berbagai sumber bahwa Nabi Uzair hidup pada zaman antara Nabi Shaleh dan Nabi Ibrahim, yaitu sekitar 5.000 sampai dengan 4.000 tahun sebelum masa Nabi Isa.

Namun, Ibnu Katsir meriwayatkan bahawa Nabi Uzair lahir di antara tempo kenabian Nabi Sulaiman dan Nabi Zakaria. Sayyid Abdul Ala Maududi juga secara terperinci meriwayatkan Uzair hidup pada 450 sebelum Masehi. 

Baca juga: Zionis Israel akan Hancur Binasa 3 Tahun Lagi? Prediksi Syekh Ahmad Yasin Kembali Viral

Dapat disimpulkan bahwa Uzair hadir dalam dua periode. Sebelum ditidurkan seabad lamanya, ia hadir sebelum Masa Ibrahim. Kemudian, Uzair dibangkitkan kembali di era setelah Nabi Sulaiman.

 

Dari segi bahasa, kata Uzair berasal dari kata Azaro, yang artinya mengoreksi, yaitu mengoreksi kebenaran dengan kebenaran yang sebenarnya dan mengoreksi kesalahan  menjadi suatu kebenaran yang semestinya. Dalam bahasa Ibrani, Uzair dikenal dengan sebutan Ezra, sang penjaga Taurat.   

photo
3 Benteng Klan Yahudi di Madinah - (republika)

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement