Sabtu 28 Oct 2023 15:09 WIB

Cara Menghindari Sifat Kikir, Pahami Ayat Alquran dan Hadits Ini

Kikir mengeraskan hati dan merusak muamalat dengan manusia.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Seorang suami tak boleh bersikap kikir ataupun berlebihan dalam memberi nafkah.
Foto: Chupastor.com/ca
Seorang suami tak boleh bersikap kikir ataupun berlebihan dalam memberi nafkah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelit atau kikir mungkin kerap hinggap di sebagian Muslim. Memandang bahwa hartanya adalah miliknya yang telah susah payah dia dapat sehingga enggan untuk berbagi.

Untuk itu, seorang Muslim agar tahu cara menghindari sifat kikir, di antaranya adalah dengan memahami nash-nash yang terkandung dalam Alquran dan hadits. Sebab di dalamnya telah tersebutkan penjelasan tentang bahaya kikir. Islam tidak mengajarkan sikap kikir.

Baca Juga

Dalam Alquran, kikir atau pelit disebut dengan dua lafadz dalam Alquran, yaitu 'Al Bakhl' dan 'Asy-Syuh'. Kata 'Bakhl' disebut 12 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini." (QS. Muhammad ayat 38)

Adapun kata 'Asy-Syuh', disebut tiga kali dalam Alquran. Salah satunya ada dalam Surat An Nisa ayat 128:

"Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. An Nisa ayat 128)

Nabi Muhammad SAW bahkan telah berpesan kepada umatnya agar betul-betul menjauhkan diri dari sifat kikir.

Mengapa demikian? Karena sikap buruk itulah yang telah menyebabkan orang-orang terdahulu jatuh dalam pertumpahan darah. Sifat pelit atau kikir bisa membuat seseorang melakukan perbuatan tercela karena jiwanya sudah diperbudak oleh keserakahan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kezaliman, karena kezaliman mendatangkan kegelapan pada hari kiamat nanti. Jauhilah kekikiran, karena kekikiran itu telah mencelakakan orang-orang sebelum kalian yang menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang diharamkan." (HR. Muslim)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement