REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menjenguk orang sakit merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain mempererat tali persaudaraan, menjenguk orang sakit juga menjadi sarana menghadirkan ketenangan batin, doa, serta harapan kesembuhan bagi saudara yang tengah diuji kesehatannya.
Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang jelas tentang adab dan doa ketika menjenguk orang sakit. Dalam sejumlah hadis, Nabi SAW mencontohkan bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap lembut, menenangkan, dan memperbanyak doa saat berada di hadapan orang yang sedang sakit.
Adab Menjenguk Orang Sakit
Dalam tradisi Islam, menjenguk orang sakit bukan sekadar kunjungan sosial, tetapi ibadah yang memiliki nilai spiritual. Beberapa adab yang perlu diperhatikan antara lain:
Pertama, berniat ikhlas karena Allah SWT, bukan sekadar formalitas atau kepentingan duniawi. Kedua, menjaga ucapan agar tidak menambah beban psikologis orang yang sakit. Islam menganjurkan untuk menyampaikan kalimat-kalimat yang menenangkan dan penuh harapan.
Ketiga, tidak berlama-lama jika kondisi orang yang sakit tidak memungkinkan. Kehadiran yang singkat namun bermakna lebih dianjurkan agar tidak melelahkan. Keempat, mendoakan kesembuhan dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa Rasulullah SAW untuk Orang Sakit
Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa berikut sebanyak tujuh kali di hadapan orang yang sedang sakit. Dengan doa ini, diharapkan Allah SWT mengangkat penyakit yang diderita.
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Arab Latin: As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yasyfiyaka
Artinya: "Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.”
Doa ini dapat dibaca sambil menyebut nama orang yang sakit, sebagai bentuk doa yang lebih personal dan penuh harap.
Praktik menyebut nama orang yang sedang sakit dalam doa juga dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Muslim, diceritakan bahwa Nabi SAW menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash dan berdoa secara khusus untuknya.
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Arab Latin: Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan
Artinya: “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad.”
Dalam praktiknya, lafaz nama Sa’ad dapat diganti dengan nama orang yang sedang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan doa yang tulus, personal, dan penuh empati.
Jadi, menjenguk orang sakit bukan hanya bentuk empati sosial, tetapi juga pengingat bahwa kesembuhan sejatinya datang dari Allah SWT. Ikhtiar medis tetap penting, namun doa dan dukungan spiritual memiliki peran besar dalam menumbuhkan optimisme dan ketenangan jiwa.
Dengan menjaga adab dan membaca doa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim tidak hanya menghibur orang yang sakit, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan ukhuwah yang menjadi ruh ajaran Islam.