Selasa 24 Oct 2023 03:05 WIB

Keutamaan Menangis dalam Doa dan Saat Mengingat Allah

Allah menguji orang beriman.

Ilustrasi Muslimah
Foto: MGROL100
Ilustrasi Muslimah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan keistimewaan di hari kiamat nanti, yakni yang mendapatkan naungan Allah yang mampu melindungi mereka dari sengatan matahari. Tujuh golongan itu sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huraira.

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ada tujuh orang yang akan Allah naungi di Naungan-Nya pada Hari ketika tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya; seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Agung, seorang pria yang hatinya melekat pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak berzina oleh wanita cantik dan berposisi tinggi tetapi dia menolak dan mengatakan: 'Saya takut kepada Allah', seseorang yang memberi amal dan menyembunyikannya, hingga tangan kirinya pun tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya dalam amal; dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata."

Baca Juga

Di antara tujuh orang yang akan dinaungi Allah dengan naungan-Nya itu adalah orang yang mengingat Allah dalam kesendirian dan sembari meneteskan air mata.

Mohsen Haredy, dalam artikel di laman About Islam mengatakan mengingat Allah (dzikir) diperlukan dari setiap Muslim dalam segala keadaan. Sementara dzikir adalah ibadah yang mudah.

Namun, Mohsen mengatakan seorang Muslim hanya perlu fokus pada kata-kata dzikir yang diucapkan sembari berupaya merasakan kehadiran Allah bersama kita. Mohsen Heredy meraih gelar PhD dalam bidang Sastra Hadis dari Universitas Leiden, Belanda.

Dia adalah mantan manajer eksekutif dan pemimpin redaksi Komite E-Dakwah di Kuwait, dan seorang penulis kontributor dan konselor Reading Islam. Ia lulus dari Universitas Al-Azhar dan memperoleh gelar MA dalam bidang Sastra Hadis dari Universitas Leiden.

Allah telah memerintahkan agar berdzikir dalam banyak ayat Alquran dan juga melarang kelalaian dan lupa. Di dalam Alquran disebutkan ayat yang bunyinya, "Ingatlah Aku; maka Aku akan mengingatmu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al Baqarah: 152).

Redaksi demikian juga terdapat beberapa ayat lainnya, termasuk pada Alquran surat 3:41, surat 4:103, dan surat 13:28. Bagaimana keutamaan mengingat Allah dalam As-Sunnah?

Hadits tentang dzikir...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement